Ibadah Haji 2015

Jokowi Dilarang Umroh Gara-gara Ada Crane Jatuh Tewaskan 87 Jemaah Haji

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan bahwa saat ini Jokowi bersama rombongannya sudah berada di Jeddah.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasanudin Aco
Ist
Sejumlah calon jemaah haji meninggal dan terluka akibat alat berat yang jatuh di tempat thowaf Masjidil Haram karena badai angin disertai hujan deras yahg menimpa wilayah itu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi dari Mekkah

TRIBUNNEWS.COM, ARAB SAUDI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak diizinkan oleh Otoritas Arab Saudi untuk menjalankan umroh berhubung peristiwa jatunya crane di sekitar Masjidi Haram, Jumat (11/9/2015) sore.

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan bahwa saat ini Jokowi bersama rombongannya sudah berada di Jeddah.

Awalnya presiden akan mengawali kunjungannya kepada pemerintah Arab Saudi dengan meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mekkah sambil melaksanakan umroh.

“Tapi pihak Arab Saudi tidak memberikan izin karena kondisi Masjidil Haram sedang dilakukan sterilisasi pembersihan beberapa alat berat yang runtuh,” ungkap Lukman disela-sela meninjau jemaah haji Indonesia yang luka akibat insedan crane Majidil Haram di Rumah Sakit Al Noor.

Dikatakannya, karena presidan tidak diizinkan pemerintah Arab Saudi akhirnya Jokowi pun mengutus hanya mengutus Lukman selaku Menteri Agama. Tentunya bagi jemaah haji yang menjadi korban peristiwa tersebut dikatakan Lukman sudah diasuransikan “Pemerintah memberikan santunan sesuai asuransi,” ujarnya.

Hasil penyisiran ke sejumlah rumah sakit di Arab Saudi menunjukkan jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia akibat insiden jatuhnya crane bertambah menjadi dua orang.

“Hasil identifikasi ada dua orang yang korban meninggal, memang yang meninggal tidak hanya dari Indonesia tetapi dari negara-negara lain yang juga ada jemaah hajinya,” ungkap Direktur Jenderal Pembinaan Haji dan Umroh Abdul Djamil ditemui usai mendamping Amirul Hajj di Madinah.

Dua orang yang meninggal tersebut masing-masing bernama Masnauli Hasibuan dari Embarkasi Medan dan Iti Rasti Darmin dari Embarkasi Jakarta (JKS).

Selain korban meninggal dunia, ada 12 jemaah haji yang harus mendapatkan perawatan yang tersebar di rumah sakit dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Adapun jemaah yang mengalami luka tersebut enam dirawat di BPHI, tiga orang dirawat di Rumah Sakit Annur, dan satu orang dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz.

“Informasi terbaru ada tambahan dua orang yang luka, jadi semuanya ada 12 orang yang luka,” ucapnya.

Dijelaskan Djamil, kejadian tersebut terjadi menjelang maghrib. Badai yang disertai angin kencang, kilat, serta petir melanda Masjidil Haram. Akibat hantaman angin yang begitu kuat crane yang berada di sekitar Masjidil Haram yang terpancang untuk proyek perluasan Masjidil Haram tiba-tiba jatuh dan menimpa bangunan Masjidil Haram.

“Crane itu jatuh dan kemudian menimpa sejumlah jemaah. Sehingga menimbulkan korban yang jemaah haji dari berbagai negara,” ungkapnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved