Hillary Clinton Segera Menjadi Calon Wanita Pertama untuk Gedung Putih
Kini, Hillary segera menjadi calon wanita pertama untuk Gedung Putih.
TRIBUNNEWS.COM, LOS ANGELES - Catatan sejarah baru bakal segera tertoreh di Amerika Serikat.
Hillary Clinton akan menjadi wanita pertama di AS yang maju dalam persaingan menuju kursi presiden.
Kemungkinan besar itu muncul saat istri mantan Presiden Bill Clinton ini tercatat segera akan memperoleh jumlah yang diperlukan untuk memenangi kompetisi di tubuh Partai Demokrat, Senin (6/6/2016) waktu setempat atau Selasa WIB pagi.
Data ini muncul berdasarkan penghitungan yang digelar Associated Press.
Disebutkan, Hillary akan mengumpulkan 2.383 delegasi.
Jumlah itu cukup menjadikan dia sebagai calon presiden dari kubu Demokrat.
Hingga saat ini, Hillary telah mengumpulkan 1.812 delegasi.
Dia pun memiliki dukungan dari 571 super delegasi, berdasarkan perhitungan AP.
Selama tujuh bulan terakhir, surveyor AP melakukan pengumpulan data berulang terhadap 714 super delegasi.
Dari jumlah itu hanya 95 super delegasi yang belum memutuskan pilihan.
Dengan capaian itu maka Hillary tak dapat dikejar oleh pesaingnya, senator asal Vermont, Bernie Sanders.
Bagi AS, dibutuhkan waktu selama 227 tahun untuk mencatat sejarah ini.
Setelah George Washington terpilih sebagai presiden saat AS baru merdeka pada 1789, telah ada 44 presiden yang semuanya laki-laki dan 43 di antaranya berkulit putih.
Calon-calon presiden yang maju dalam pemilu sepanjang catatan sejarah AS pun semuanya adalah pria.
Kini, Hillary segera menjadi calon wanita pertama untuk Gedung Putih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hillary-clinton-hair_20150730_142444.jpg)