Kamis, 9 April 2026

Uji Coba Sistem Pertahanan Rudal Terbaru Iran Berlangsung Sukses

Militer Iran terus mengasah kemampuan tempurnya terutama dengan cara membuat persenjataan mutakhir secara mandiri.

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Militer Iran terus mengasah kemampuan tempurnya terutama dengan cara membuat persenjataan mutakhir secara mandiri.

Setelah sukses memproduksi mesin jet tempur yang bernama turbojet Owj yang, militer Iran juga sukses memproduksi sistem pertahanan udara terbaru yang disebut Talash.

Uji coba operasi sistem pertahanan udara Talash sudah dilaksanakan pada akhir bulan Desember tahun 2016 lalu dan berlangsung lancar.

Sistem pertahanan udara yang digelar di sepanjang kota pantai Bushehr ini menjadi berita yang cukup menghebohkan.

Selain melakukan uji coba penembakkan rudal dengan Talash, militer Iran juga menembakkan rudal jarak jauh Sayyad-2 dengan sasaran berupa drone.

Uji coba penembakkan rudal Sayyad-2 itu juga berlangsung sukses dan disiarkan langsung oleh televisi nasional Iran. Uji coba Talash akan terus dilakukan hingga tahun 2017 sebelum diproduksi secara massal.

Sistem pertahanan udara Talash  dipandu oleh radar pendeteksi sasaran yang dinamai Ofogh.

Radar yang juga berfungsi sebagai kontrol akurasi tembakan itu pernah ditunjukkan militer Iran ke publik pada parade alutsista yang berlangsung di kota Bandar Abbas tanggal  21  September 2016.

Khusus rudal Sayyad-2  yang merupakan rudal darat ke udara dikembangkan dari rudal RIM-66 (SM-1) yang pernah diberikan AS kepada Iran sebelum pecahnya Revolusi Islam Iran (1979).

Dalam operasionalnya, rudal Sayyad-2 dioperasikan oleh kapal-kapal perang Iran.

Tapi berkat pengembangan yang dilakukan oleh militer Iran, rudal Sayyad 2 juga dapat diluncurkan dari sistem pertahanan udara Talash. Dengan demikian, Sayyad 2  berfungsi juga sebagai rudal darat ke udara (SAM) yang bersifat mobil.

Sumber: Angkasa
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved