Empat hal yang perlu diketahui tentang boikot pelantikan Donald Trump
Inilah empat hal yang mungkin Anda tak terlalu sadari tentang aksi boikot -yang terus meningkat- terhadap upacara pelantikan Presiden terpilih Donald Trump pada 20 Januari nanti.
Jumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat yang berencana untuk memboikot pelantikan Presiden terpilih Donald Trump di Capitol AS pada 20 Januari nanti terus meningkat.
Lebih dari 50 politikus Demokrat di parlemen menyatakan menolak untuk hadir dalam pengambilan sumpah Trump sebagai presiden AS ke-45 terkait perselisihan antara presiden terpilih itu dan aktivis hak-hak sipil dan anggota Kongres, John Lewis.
Inilah empat hal yang mungkin Anda tak terlalu sadari tentang aksi bokiot -yang terus meningkat- terhadap upacara pelantikan Presiden terpilih Donald Trump pada 20 Januari nanti.
Mengapa ada boikot?
John Lewis adalah figur perjuangan hak-hak sipil AS yang sangat dihormati, dan tokoh perjuangan 1960 terakhir yang masih hidup. Ia memicu kontroversi pada Jumat lalu ketika menyebut kemenangan Trump tidak absah karena dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden.
Presiden terpilih membalas di Twitter, menyerang anggota parlemen dari Georgia sebagai orang yang "hanya bicara, bicara, bicara - tidak ada tindakan atau hasil," yang memicu gelombang kemarahan dari orang-orang yang mengatakan tokoh berusia 76 tahun itu sudah membuktikan perjuangannya selama ini dengan tindakan nyata lebih dari siapa pun.
Puluhan anggota Kongres telah mengumumkan mereka akan meluputkan acara pelantikan.
"Saya tidak akan merayakan orang yang mengkhotbahkan politik perpecahan dan kebencian," Keith Ellison dari Minnesota bercuit.
"Absen dari pelantikan. @RepJohnLewis pahlawan hak-hak sipil. Tanggung jawab yang sangat besar untuk menjadi POTUS (President of the United States). Saya menghormati jabatan itu, tapi tidak bisa mentolerir sikap tidak hormat," anggota parlemen yang mewakili Maryland Anthony G Brown juga bercuit.
- Menjelang pelantikan Donald Trump, semakin banyak anggota Kongres memboikot
- Mengejek legenda HAM AS, Donald Trump dikecam
- Donald Trump tolak laporan bahwa Rusia 'bantu' kemenangannya
Jumlah yang memboikot bertambah lebih dari 40 selama liburan Martin Luther King, tapi itu tidak membuat Trump berhenti menyerang ikon hak-hak sipil John Lewis.
Presiden terpilih itu pada Selasa (17/1) bercuit bahwa Lewis telah memberikan pernyataan palsu bahwa ini akan merupakan pertama kalinya ia absen dari pelantikan presiden sejak terpilih di Kongres pada tahun 1987.
"SALAH (atau dusta)!" Trump bercuit, dan mengatakan Lewis juga meluputkan pelantikan George W Bush pada tahun 2001.
Kantor Lewis mengukuhkan bahwa ia memang meluputkan upacara pelantikan Bush. "Ketidakhadirannya pada saat itu juga merupakan suatu pernyataan," kata juru bicaranya Brenda Jones.
"Dia tidak percaya hasil pemilihan itu, termasuk kontroversi di sekitar hasil di Florida dan intervensi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Mahkamah Agung AS."
Pernahkah hal ini terjadi sebelumnya?
Anthony Zurcher, BBC News, Washington :