Rabu, 22 April 2026

Dipercepat, pembuatan vaksin untuk tiga virus mematikan

Sejumlah pemerintah dan badan amal berkomitmen menyumbang US$460 juta atau Rp6,1 triliun agar pengembangan vaksin untuk virus MERS, demam Lassa, dan virus Nipah dapat dipercepat.

Cepi ingin meneruskan momentum itu dan mengembangkan berbagai vaksin untuk virus-virus lain sehingga ketika terjadi wabah penyakit, vaksin eksperimen siap dikirim ke area terpapar untuk diuji coba pada manusia agar efektivitasnya bisa diketahui.

"Selain ancaman-ancaman yang diketahui, seperti Ebola dan lainnya, ada pula virus-virus yang dikenal tapi dikira sangat jinak. (Namun) mereka bisa bermutasi dan menjadi sangat berbahaya untuk manusia. Lalu ada hal-hal yang sama sekali tidak kami ketahui saat ini," kata Dr Marie-Paule Kieny, asisten direktur jenderal WHO.

Karena virus-virus ini baru berpotensi menyebabkan wabah, perusahaan-perusahaan farmasi tidak berinvestasi untuk mengembangkan vaksin untuk virus-virus ini mengingat tiada kepastian dagang yang menguntungkan.

Akan tetapi, beberapa perusahaan farmasi sepakat beraliansi, termasuk GSK serta Johnson and Johnson.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved