Kamis, 9 April 2026

Mengirit Biaya Olimpiade Jepang, Kayu dan Metal Bekas Minta dari Masyarakat

Untuk pengurangan biaya tersebut akan dilakukan berbagai usaha misalnya metal bekas akan dikumpulkan dan didaur ulang

Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Kantor Gubernur Tokyo dengan logi Olimpuade dan Paralympic di depannya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Biaya penyelenggaraan Olimpiade Jepang 2020 di Tokyo sedikitnya 1 triliun 385 miliar yen. namun itu pun masih akan ditekan lagi sesuai janji CEO Panitia Olimpiade Toshiro Muto 19 Juli lalu.

"Untuk pengurangan biaya tersebut akan dilakukan berbagai usaha misalnya metal bekas akan dikumpulkan dan didaur ulang lalu dipakai sebagai bahan metal berbagai peralatan kelengkapan Olimpiade mendatang. Jadi bukan dari bahan metal yang baru," paparnya.

Panitia Olimpiade 2020 hari ini (26/7/2017) juga menghimbau ke berbagai kota dan masyarakat untuk mengumpulkan kayu bekas yang juga akan didaur ulang dipakai untuk keperluan terkait Olimpiade 2020 mendatang.

Kayu-kayu bekas akan didaurulang dan dimanfaatkan semaksimal mungkin ikut dalam bahan pembangunan perkampungan atlit di Harumi Chuoku Tokyo dan akan ada yang namanya Village Plaza dengan berbagai fasilitasnya untuk berinteraksi dengan para keluarga atlit di sana nantinya juga akan dibangun dengan kayu daur ulang.


Panitia dan pemerintah pusat menghimbau masyarakat agar ikut serta bekerjasama dalam pengumpulan kayu bekas tersebut dan akan dimulai sejak 11 September mendatang dan pengumpulan akan dilakukan oleh 45 kota di Jepang.

"Pengurangan biaya akan terus dilakukan agar anggaran Olimpiade bisa ditekan serendah mungkin nantinya karena biaya pada hakekatnya berasal dari pajak rakyat dan harus dipertanggungjawabkan kembali kepada rakyat," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu ini (26/7/2017).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved