Sepuluh pertanyaan untuk memahami konflik Suriah
Perang saudara yang mengguncang Suriah sejak 2001 menjadi semakin rumit. Inilah 10 pertanyaan yang dapat membantu Anda memahami konflik di negara
Tehran diperkirakan mengirimkan miliaran dolar untuk mendukung pasukan Assad.
Di pihak lain, Arab Saudi, saingan utama Iran di Timur TEngah, mengirimkan bantuan militer ke pemberontak, termasuk ke kelompok-kelompok radikal.
Turki mendukung sebagian pemberontak Suriah, namun tak termasuk Kurdi. Posisi-posisi Kurdi menjadi sasaran Turki karena negara itu menganggap warga Kurdi Suriah merupakan sekutu PKK, paramiliter di Turki yang terlibat dalam konflik senjata dengan Ankara selama puluhan tahun.
9. Mengapa perang berlangsung begitu lama?
Faktor penting adalah keterlibatan pihak asing.
Dukungan militer, finansial dan politik baik kepada rezim ataupun oposisi menyebabkan eskalasi perang di Suriah.
Para pakar juga mengatakan keterlibatan pihak asing menyebabkan unsur sektarian dalam perang Suriah. Sebelum konflik, Suriah adalah negara sekuler.
Unsur agama memecahkan Sunni dan Syiah dan semakin mengobarkan kebencian antara kedua belah pihak. Tidak hanya korban jiwa namun harapan juga sirna akan tercapainya solusi damai.
10. Apa pengaruh perang sejauh ini?
Tidak ada angka yang dapat dipastikan namun Syrian Center for Policy Research memperkirakan 470.000 orang meninggal sementara estimasi PBB mencapai 400.000.
PBB juga memperkirakan lebih dari lima juta orang melarikan diri dan paling tidak 12 juta jiwa atau setengah dari penduduk Suriah, mengungsi akibat konflik.
Eksodus pengungsi adalah yang terbesar dalam tahun-tahun terkahir ini dan memberikan tekanan besar kepada sejumlah negara termasuk Lebanon, Yordania dan Turki. Sejumlah negara lain juga menerima pengungsi Suriah.
Paling tidak 10% pengungsi meminta suaka di Eropa dan menimbulkan perdebatan besar tentang siapa yang harus bertanggung jawab.
Perkiraan PBB menyebutkan bantuan kemanusiaan diperlukan untuk sekitar 13.5 juta orang di Suriah, termasuk enam juta anak-anak dengan biaya sekitar US$3,2 miliar.
PBB juga mengatakan 70% penduduk Suriah tak punya akses air minum dan satu dari tiga warga Suriah hidup di bawah garis kemiskinan.
Paling tidak dua juta anak tak bersekolah.