Sepuluh pertanyaan untuk memahami konflik Suriah
Perang saudara yang mengguncang Suriah sejak 2001 menjadi semakin rumit. Inilah 10 pertanyaan yang dapat membantu Anda memahami konflik di negara
Baru pada tanggal 5 Maret lalu, warga sipil Ghouta mendapat bantuan dengan datangnya 46 truk makanan dan obat. Tetapi pertempuran menyebabkan konvoi bantuan balik arah dan tak berhasil seluruhnya disalurkan.
3. Apa peranan Rusia?
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dibentuknya koridor kemanusiaan dan ini menunjukkan Moskow mengambil keputusan terlebih dahulu sebelum pemerintah Suriah mengambil tindakan.
- Diduga bergabung dengan ISIS di Suriah, belasan WNI dimintai keterangan
- Puluhan WNI pendukung ISIS pulang, ‘sebagian ahli membuat bom’
- WNI di Raqqa: Yang dipropagandakan ISIS 'semuanya bohong'
Rusia memainkan peranan penting dalam perang saudara Suriah dengan pasukan udara yang dikerahkan Moskow menggempur daerah pemberontak. Tetapi di tengah pengumuman koridor kemanusiaan, Suriah teap menaytakan akan melanjutkan serangan terhadap apa yang mereka sebut "pasukan jihad."
4. Apa kemungkinan hasil perang ini?
Perang sipil Suriah meningkat pada bulan Februari lalu setelah pasukan pemerintah bergerak mengambil alih daerah yang dikuasai pemberontak.
Sejumlah pakar mengatakan inti dari konflik ini - pemberontakan terhadap Assad- kemungkinan segera berakhir. Kelompok ekstremis yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS, telah kehilangan kekuasaan di Suriah dan Irak, walaupun belum sepenuhnya dikalahkan.
Pertempuran juga terjadi di bagian lain Suriah.
Afrin, di barat daya misalnya, juga menjadi sasaran pengeboman oleh pasukan Turki Januari lalu, sebagai bagian dari operasi menangkal pasukan Kurdi.
Sebagian kawasan Suriah di dekat Turki dikuasai oleh Turki dan Ankara khawatir daerah itu berusaha memerdekakan diri. Minoritas etnis di sana terdiri dari 15%-20% penduduk Turki.
Di barat daya Suriah, Israel terlibat dalam operasi yang didukung Iran dan Suriah. Ini adalah bukti bahwa konflik Suriah telah meluas menjadi perang persaingan di kawasan.
5. Bagaimana situasi di Suriah sebelum konflik?
Sebelum dimulainya protes keras terhadap rezim Assad, banyak warga Suriah mengeluh tentang tingginya angka pengangguran, korupsi di kalangan pegawai negeri dan tak adanya kebebasan politik.
Pada bulan Maret 2011, para remaja yang menulis slogan anti pemerintah di gedung-gedung sekolah di kota Deraan, terpinsirasi pemberontakan di Mesir dan negara Arab lain, ditahan dan disiksa pasukan keamanan.
Insiden itu memicu protes di seluruh Suriah yang segera diredam pasukan pemerintah termasuk dengan melepaskan tembakan ke arah warga sipil. Ketegangan meningkat dan banyak yang turun ke jalan menuntut Assad mundur.
6. Bagaimana perang bermula?
Diredamnya aksi protes menyebabkan pendukung oposisi mengusung senjata pada Juli 2011.
Walaupun presiden Assad berjanji untuk meredam apa yang ia sebut "terorisme yang didanai orang asing," kerusuhan meningkat cepat di Suriah. Pasukan pemberontak juga meningkat dan menjadi ratusan kelompok yang berperang melawan pasukan pemerintah dan menguasai sejumlah desa dan kota-kota.