Selasa, 5 Mei 2026

Sepuluh pertanyaan untuk memahami konflik Suriah

Perang saudara yang mengguncang Suriah sejak 2001 menjadi semakin rumit. Inilah 10 pertanyaan yang dapat membantu Anda memahami konflik di negara

Tayang:

Saat itu, konflik telah menjadi pertempuran antara pasukan pemerintah dan oposisi. Perang juga meluas menjadi sektarian antara mayoritas Sunni melawan Shiah, minoritas yang menguasai negara.

Homs
Reuters
Homs, one of the main opposition strongholds, suffered great damage

Itulah yang menyebabkan negara-negara lain ikut terlibat.

7. Siapa menghadapi siapa?

Pemberontakan bersenjata berubah drastis saat konflik berlanjut. Kelompok oposisi moderat kalah dari kelompok radikal yang tergabung dalam ISIS dan juga Front Nusra yang tekrait al-Qaida.

Pejuang ISIS membentuk "perang di dalam perang", melawan pemberontak moderat dan juga kelompok Nusra.

Saat ini, kelompok itu diredam di sejumlah tempat walaupun masih melakukan serangan sporadis.

Kelompok lain yang terlibat adalah pejuang Kurdi yang dibantu Amserika Serikat di Suriah utara dengan senjata dan serangan udara.

Pada 2015, Rusia mulai mengebom untuk membantu Assad mengalahkan pemberontak. Dengan bantuan gerakan Hezbollah Lebanon dan Iran dari darat, menyulitkan perang berakhir.

Kemenangan terbesar yang dibantu Rusia adalah mengambil alih Aleppo pada Desember 2016, kota yang menjadi salah satu markas utama oposisi.

Bashar al-Assad dan Vladimir Putin
Reuters
Putin mendukung pemeirntahan Assad.

8. Bagaimana pihak asing terlibat

Saat Barack Obama memberintah, Amerika Serikat menyalahkan Assad atas sebagian besar akibat konflik dan menuntut agar ia menyerahkan kekuasaan sebagai salah satu syarat damai.

Tetapi posisi itu berubah setelah Donald Trump memerintah. Pemerintahan Trump berfokus pada memerangi ISIS.

Namun setelah adanya dugaan serangan kimia di kota Khan Sheikhoun pada April 2017, President Trump menerapkan pendekatan lebih keras terhadap Assad dan bahkan memerintahkan penyerangan untuk membantu pihak oposisi menghadapi pemerintah.

Tetapi, yang paling berpengaruh adalah Rusia, yang mendukung Assad. Rusia memiliki pangkalan laut dan udara di Suriah.

Iran dengan mayoritas Shiah juga mendukung Assad. Suriah adalah rute utama yang dipakai Iran untuk mengirimkan senjata ke sekutu mereka, milisi Hezbollah di Lebanon.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved