Minggu, 31 Agustus 2025

Pemilu Malaysia

Kata Pertama Anwar Ibrahim Setelah Bebas: Alhamdulillah,Terima Kasih, Tuanku

Anwar mulai menjalani hukuman lima tahun penjara pada Februari 2015 lalu, setelah pengadilan federal Malaysia

Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUN/DANY PERMANA
Pimpinan oposisi di Malaysia Anwar Ibrahim memberikan keterangan kepada wartawan dalam acara silaturahmi antar tokoh negara di Jakarta, Selasa (5/11/2013). Anwar yang rencananya akan memberi kuliah umum di Universitas Indonesia 6 November 2013 berkesempatan untuk berbincang dengan Ketua DPD RI Irman Gusman dan mantan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Adi Sasono mengenai perkembangan terbaru kedua negara. (TRIBUNNNEWS/DANY PERMANA) 

Hal itu disampaikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada konferensi pers pada Jumat (11/5/2018), sehari setelah ia disumpah.

Mahathir menjelaskan Raja Malaysia telah menunjukkan kebersediaannya untuk mengampuni Anwar dan akan segera dibebaskan dari penjara.

"Pengampunan penuh... yang berarti ia harus segera akan dibebaskan setelah ia diampuni," katanya.

"Setelah bebas ia baru akan berpartisipasi penuh dalam politik."

Sebelumnya Mahathir telah mengatakan bahwa ia akan mengambil langkah untuk meminta pengampunan Anwar.

Setelah mendapat pengampunan dari Raja, Anwar akan menjadi seorang anggota parlemen.

Anwar Ibrahim adalah mantan wakil Mahathir pada 1 Desember 1993 hingga 2 September 1998. Mahathir memecatnya setelah dia tersandung tuduhan sodomi.

Kemudian di 2013, dia mendapat vonis penjara selama lima tahun atas tuduhan yang sama.

Dia bakal bebas pada 8 Juni mendatang.

"Ketika dia resmi mendapat pengampunan, maka dia bisa kembali menjadi perdana menteri," kata Mahathir seperti dilansir Malaysia Kini Kamis (10/5/2018).

Namun, lanjut pemimpin 92 tahun tersebut, Anwar harus memulai dari bawah.

Setidaknya sebagai senator sebelum bertarung di level yang lebih tinggi. Pada konvensi Pakatan Harapan di Januari, koalisi setuju untuk mencalonkan Mahathir sebagai calon PM, sementara Anwar menjadi penerusnya.

Dalam hasil hitung cepat tidak resmi, Pakatan Harapan memperoleh 115 kursi parlemen dari total 222 kursi yang diperebutkan.

Sedangkan koalisi Barisan Nasional (BN) pimpinan Perdana Menteri Petahana, Najib Razak, mencatat perolehan 79 kursi.

Ini adalah kekalahan perdana Barisan Nasional yang telah menguasai Malaysia selama lebih dari enam dekade terakhir.

"Kami tidak membalas dendam. Kami hanya ingin memulihkan hukum," kata Mahathir dalam konferensi pers pukul 02.45 dini hari waktu setempat.(Bernama/Channel News Asia/Reuters/Star/Malaysia Kini)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan