Sextortion: 'Puluhan ribu orang' tertipu untuk bugil di dan jadi korban pemerasan
Badan Pemberantas Kejahatan Nasional di Inggris (NCA) mengatakan, mereka mendapat laporan tentang peningkatan jumlah korban pemerasan seks,
Badan Nasional Pemberantas Kejahatan di Inggris (NCA) mengatakan, pihaknya menerima laporan tentang peningkatan jumlah korban pemerasa seks atau sextortion.
Mereka mengungkapkan, ada 1.304 kasus yang dilaporkan pada tahun 2017, naik dari 428 kasus pada tahun 2015 - meskipun jumlah korban sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.
- Kenapa ratusan perempuan mau mengirim video bugil pada pacar virtual?
- Kisah korban penipuan di dunia maya yang diminta beradegan seks
- Facebook akan blokir penyebar konten porno dengan motif balas dendam
Para korban kejahatan sextortion (dari sex: seks, dan extortion: pemerasan) ini umumnya adalah remaja pria yang berusia belasan hingga duapuluhan tahun, yang dibujuk untuk memfilmkan diri mereka sendiri sambil melakukan tindakan seksual.
Adegan seks ini direkam secara diam-diam dan mereka diperas oleh kawanan penjahat.
Peringatan: Artikel ini mengandung paparan seksual
Para penyelidik NCA mengatakan, 'puluhan ribu' orang terancam sextortion ini.
Kami menemui seorang laki-laki korban kasus ini dan sepakat untuk memanggilnya dengan nama Simon untuk melindungi jati dirinya.
"Kejadiannya, layar komputer dipasang terbalik - agar saya bisa menonton video diri saya sendiri," katanya kepada kami.
"Tak pernah menyangka kita bisa mengalaminya"
Simon, yang berusia dua puluhan, sebelumnya berkenalan dengan seorang perempuan di dunia maya yang ia pikir tertarik untuk menjalin hubungan dengannya.
Tak lama kemudian, mereka saling berkomunikasi melalui video, setelah itu ia pun semakin intim dengan perempuan itu. Hingga kemudian Simon setuju difilmkan saat melakukan masturbasi.
"Begitu saya melihat layar, saya tahu apa yang akan terjadi," kata Simon kepada kami.
"Saya tahu hal semacam ini bisa terjadi, namun kita tidak pernah membayangkan itu terjadi pada kita sendiri.
"Mereka mengatakan: 'Kami minta £600 (sekitar Rp11 juta), kalau tidak kami akan mengirim video ini ke semua sanak saudara kamu.'"
"Saya marah pada diri saya sendiri"