Selasa, 14 April 2026

Sextortion: 'Puluhan ribu orang' tertipu untuk bugil di dan jadi korban pemerasan

Badan Pemberantas Kejahatan Nasional di Inggris (NCA) mengatakan, mereka mendapat laporan tentang peningkatan jumlah korban pemerasan seks,

Mereka merekam adegan seksual tersebut, lalu mempertontonkannya kembali di hadapan Simon.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka memperoleh nama-nama serta rincian daftar teman-teman, keluarga dan rekan kerja saya.

"Saat itu terasa begitu menakutkan. Segala sesuatunya menjadi sangat serius."

Simon awalnya menuruti keinginan kelompok kriminal itu dengan mengirimkan uang senilai £150 (atau sekitar Rp2,8 juta) ke sebuah rekening bank di Filipina. Ia berharap para pemeras itu tidak akan mengganggunya lagi.

Namun, ternyata mereka tidak berhenti sampai di situ.

Tiga hari kemudian mereka muncul lagi meminta tambahan uang. Simon lantas mengirimkan £150 lagi dan sejak saat itu ia tak mendengar kabar apapun dari mereka.

"Saya bukan saja merasa hancur, tetapi juga kecewa. Bahwa ada orang yang terpikir untuk melakukan hal ini kepada orang lain."

"Saya marah pada orang itu atas apa yang dia lakukan. Saya marah pada diri sendiri karena membiarkan hal itu terjadi. Pada dasarnya saya sangat bodoh."

"Saya cemas. Saya terguncang."

Sejak peristiwa itu, Simon melapor kepada pihak kepolisian dan mendapat saran tentang bagaimana menangkap sang pemeras jika mereka kembali menghubunginya lagi.

Kejahatan di dunia maya
Getty Images
"Puluhan ribu orang, terutama para remaja pria, terancam bahaya sextortion," menurut Badan Nasional Pemberantas Kejahatan di Inggris.

Bantuan serta saran

Badan Nasional Pemberantas Kejahatan mengatakan, saran mereka bagi siapapun yang mendapati dirinya diperas dengan cara seperti ini, sederhana saja.

Jangan panik, jangan mengirimkan uang tebusan dan hubungi polisi.

Kasus sextortion adalah jenis kejahatan yang jarang dilaporkan dan banyak korban yang datang ke polisi kerap tidak tahu siapa yang memeras mereka atau bagaimana mendapatkan uang mereka kembali.

Itulah salah satu alasan bahwa jumlah korban sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi dibanding angka yang dilaporkan ke NCA.

Samir melaporkan video ke Youtube
AFP
Pemeras mengancam untuk mengunggah video itu di YouTube.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved