Hikayat putri yang bunuh diri di gua Tham Luang Nang Non Thailand
Warga di sekitar gua tempat 13 orang terperangkap banjir di Thailand, pernah mendengar kisah tentang seorang putri yang jatuh cinta dan bunuh
Sama seperti budaya-budaya di kawasan Asia lainnya, masyarakat Thailand juga percaya bahwa ada kisah-kisah yang hidup di tempat tertentu, termasuk gua Tham Luang Nang Non, yang menjadi perhatian dunia selama dua pekan belakangan.
Di salah satu gua kawasan itulah yang artinya Gua Agung Putri Tidur, 12 anak anggota klub bola Celeng Liar dan seorang pelatihnya terperangkap banjir pada 23 Juni lalu.
Setelah sempat tidak terdengar apa pun selama sembilan hari, akhirnya mereka semua berhasil diselamatkan lewat operasi penyelaman yang berbahaya.
Secara bertahap selama tiga hari sejak Minggu (08/07) hingga Selasa (11/07) berhasil membawa ke-13 orang itu ke luar dari gua dengan aman walau beberapa anak dan remaja kehilangan berat badan sekitar dua kilogram.
- Gua Thailand: Seluruh korban terperangkap sudah diselamatkan
- Wajah sejumlah ‘pahlawan’ penyelam yang selamatkan 12 remaja dan pelatih Thailand
- Kondisi gua di Indonesia seperti di Thailand, berisiko terbenam air
Di balik kisah terperangkapnya mereka dan penyelamatannya, berbagai media melaporkan mitos di balik Tham Luang Nang Non, yang artinya Gua Agung Putri Tidur.
Dan jika dilihat dari jalan utama yang mengarah ke taman nasional, Khun Nam Nang Norn secara samar-samar memang terlihat seperti seseorang yang sedang berbaring.
Seorang perempuan setempat, Khankaew, mengatakan kepada media Australia, Fairfax Media, mengatakan 'semua orang' tahu kisah tentang putri dan gua itu.
"Putri itu sangat cantik dan dia jatuh cinta dengan pria yang bekerja di kandang kuda setempat dan hamil," tutur sukarelawan yang membantu memberi makanan pada tentara dan para petugas penyelamat di Tham Luang Nang Non.
Namun ayah sang putri marah, lanjut Khankaew, dan mengejar pasangan yang melarikan diri itu sampai tentara raja berhasil membunuh pria kekasih putri cantik itu.
Hatinya luluh lantak, dan putri itu bunuh diri, menusuk jantungnya dengan jepitan rambutnya.
Waktu berlalu dan gunung itu membentuk putri yang terbaring meninggal sementara tersebar legenda bahwa air yang menetes ke dalam gua adalah darah sang putri.
Namun seorang sukarelawan lain, Pubess, cuma tersenyum meringis dan menjawab "setengah-setengah" ketika ditanya apakah percaya pada kisah Gua Agung Putri Tidur, seperti dilaporkan koran Australia, The Sydney Morning Herald.
- Komandan SEAL AL Thailand: Sukses operasi penyelamatan ‘harapan jadi kenyataan’
- Seorang penyelam tewas saat operasi SAR atas kelompok remaja Thailand di gua
- Pencari burung walet, petani, dan doa 'ikut membantu' penyelamatan di Thailand
Bagaimanapun mitos selalu punya berbagai versi.
Majalah New Mandala -terbitan Australian National University yang mengulas masalah sosial, politik, dan budaya Asia Tenggara- menulis bahwa seorang putri melarikan ke dalam gua tersebut.