Selasa, 14 April 2026

Ini Rekam Jejak Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Hilang Di Turki

Namun siapa sebenarnya Jamal Khashoggi? Hingga keberadaannya dianggap penting dan menjadi perbincangan saat ini.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Al Jazeera
Jamal Khashoggi 

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Jamal Khashoggi, jurnalis ternama yaang memiliki sederet rekam jejak cemerlang, dinyatakan hilang, bahkan ada pula pihak yang menduga ia tewas dibunuh.

Namun siapa sebenarnya Jamal Khashoggi? Hingga keberadaannya dianggap penting dan menjadi perbincangan saat ini.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Senin (8/10/2018), Khashoggi merupakan seorang Jurnalis Arab Saudi yang paling terkenal, ia juga dikenal sebagai komentator politik dari generasinya lantaran telah menggeluti karir selama nyaris 30 tahun.

Pria tersebut lahir di Madinah pada 1958 silam, ia dulu pernah dekat dengan lingkaran keluarga Kerajaan Saudi, dimana ia memperoleh reputasi sebagai seorang reformis dengan mendorong batas-batas kritis mempertanyakan kebijakan regional dan domestik negaranya.

Saat masih muda, Khashoggi mempelajari jurnalisme di Indiana University di Amerika Serikat (AS) dan memulai karirnya sebagai koresponden untuk surat kabar berbahasa Arab, Gazette.

Dalam rentang waktu 1987 hingga 1990, ia menjadi jurnalis untuk surat kabar Asharq Al-Awsat yang berbasis di London dan Saudi.

Ia juga menghabiskan waktu selama delapan tahun untuk menulis pada koran Arab Al-Hayat.

Nama Khashoggi pun makin terkenal karena pernah melakukan peliputan terkait peristiwa konflik di Afghanistan, Aljazair, Kuwait dan Timur Tengah pada 1990-an.

Ia pun pernah bertemu dan mewawancarai Osama bin Laden beberapa kali pada pertengahan dekade, sebelum Osama melanjutkan tugasnya menjadi Pemimpin kelompok al-Qaeda.

Pada 1999, Khashoggi menjadi Wakil Editor untuk koran Arab Saudi yang dikelola Saudi, ia tetap bertahan pada posisi itu selama empat tahun.

Posisi berikutnya yang ia jabat adalah sebagai Pemimpin Redaksi koran Al-Watan, namun tidak bertahan hingga dua bulan sebelum akhirnya dipecat dari posisinya itu tanpa penjelasan, pada 2003 silam.

Kendati demikian, sejumlah pihak mengisyaratkan bahwa 'kebijakan editorial'Al-Watan yang harus disalahkan.

Setelah itu, Khashoggi kemudian menjadi Penasehat media untuk Pangeran Turki bin Faisal, yang merupakan mantan Kepala Direktorat Intelijen Umum Arab Saudi dan menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat (AS) dari 2005 hingga akhir 2006.

Selanjutnya, Khashoggi kemudian dipulihkan kembali jabatannya di Al-Watan, namun turun sebagai editor pada 2007.

Ia kemudian kembali dipecat pada 2010 karena mendorong batas-batas perdebatan dalam masyarakat Saudi, seperti yang ditulis dalam situs pribadinya.

Pada tahun yang sama, Khashoggi ditunjuk sebagai Manajer Umum channel berita Al-Arab, yang dimiliki oleh Pangeran Alwaleed bin Talal dan dioperasikan dari Manama, Bahrain.

Channel itu langsung ditutup nyaris satu hari setelah diluncurkan pada Februari 2015.

Rekam jejak lainnya yakni ia juga menjabat sebagai komentator politik dan namanya kerap muncul dalam sejumlah channel di Arab Saudi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved