Sejak Awal Ninja Jepang Bukanlah Pembunuh, Tetapi Justru Intelijen dan Samurai Kelas Bawah

Ninja adalah pencari informasi, intelijen, mata-mata dan justru berusaha menghindari pertikaian, bukan pembunuh

Sejak Awal Ninja Jepang Bukanlah Pembunuh, Tetapi Justru Intelijen dan Samurai Kelas Bawah
ist
Ninja sedang beraksi di hutan di perfektur Mie jepang 

Kebutuhan keluarga akan mata-mata semakin meningkat untuk memperebutkan kekuasaan. Karena itu permintaan akan para praktisi nonuse, biasanya dari kalangan bawah seperti petani, termasuk pula pendeta atau bhiksu, semakin meningkat.

Itulah awal kelahiran ninja. Kemudian jaman Genpei (sekitar 1185) kelompok orang tersebut yang sering memberikan info kepada pemerintahan saat itu, para bangsawan, semakin menguasai ilmu bela diri Ninjitsu.

Seiring dnegan mulai pengenalan dan perluasan penguasaan Ninjutsu, para Ninja antara lain klan di kota Iga atau Koga semakin meningkatkan ilmunya pula.

Bisa dikatakan Ninja jadi satu tim bayangan dengan para penguasa raja atau bangsawan, dan ninja itu tidak terlihat, tidak ketahuan, sangat rahasia, di belakang para bangsawan atau raja-raja Jepang.

Ninja pada saat itu merupakan profesi yang berhubungan erat dengan intelijen tingkat tinggi dalam pemerintah feodal para raja di Jepang.

Berdasarkan hal itu, masing-masing klan memiliki tradisi mengajarkan ilmu beladiri secara rahasia dalam keluarganya saja.

Mereka berjanji untuk menutup diri, merahasiakan sebagai ninja, termasuk kepada lingkaran keluarganya sendiri, baik om tante (paman bibi) dan sekitarnya.

Bahkan apabila melanggar janji yang sangat tertutup itu, mereka percaya sekali akan kena hukuman Tuhan atau para Dewa yang dianggap maha kuasa.

Ilmu beladiri yang kemudian dikenal dengan nama ninjutsu merupakan ilmu yang diwariskan dari leluhur mereka dan atas hasil penyempurnaan seni berperang selama puluhan generasi.

Menurut para ahli sejarah hal itu telah ditekuni selama lebih dari 4 abad. Ilmu itu meliputi filsafat Fudoshin, spionase, taktik perang komando, tenaga dalam, tenaga supranatural, dan berbagai jenis bela diri lain yang tumbuh dan berkembang menurut jaman.

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved