Minggu, 31 Agustus 2025

Terungkap, Alasan Rusli Khusmin Menyimpan Rahasia Hilangnya Pesawat MH370 Selama 5 Tahun

Inilah alasan Rusli Khusmin, nelayan Indonesia yang mengaku mencatat lokasi jatuhnya pesawat MH370, baru bicara 5 tahun setelah tragedi itu terjadi.

Penulis: Aji Bramastra
Free Malaysia Today
Rusli Khusmin, nelayan Indonesia, mengaku melihat jatuhnya pesawat MH370 dan mencatat lokasinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Berita seorang nelayan Indonesia bernama Rusli Khusmin, tiba-tiba mencuri perhatian publik dunia, terutama warga Malaysia.

Rusli Khusmin mengaku tahu persis lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370, yang dinyatakan menghilang pada 8 Maret 2014.

Pesawat ini dinyatakan menghilang, dan hingga kini, atau hampir 5 tahun lamanya, tak ada satu pun pihak yang berhasil menemukannya.

Baca: Nelayan Indonesia Disumpah di Bawah Al Quran, Mengaku Lihat Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH370

Bahkan, tim pencari dengan perlengkapan paling canggih pun gagal menemukan satu tanda pun terkait posisi pesawat nahas MH370.

Nah, tiba-tiba saja, Rusli Khusmin mengaku tahu lokasi persis jatuhnya MH370.

Ia saat itu tengah melaut bersama kawan-kawannya, dan hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat.

Lokasi jatuhnya pesawat MH370 menurut versi Rusli Khusmin.
Lokasi jatuhnya pesawat MH370 menurut versi Rusli Khusmin. (dailymail.co.uk)

Rusli mengatakan, saat itu ia melaut bersama 3 kawannya, yang disebutnya bernama Eri, Beko dan Kadapi.

Rusli mengaku, mereka berempat melihat dengan mata telanjang, detik-detik jatuhnya pesawat itu.

Pernyataan Rusli Khusmin ini diutarakannya di Kuala Lumpur, saat ia diundang oleh sebuah LSM di Malaysia, untuk berbicara terkait penemuan ini.

Dalam forum itu, Rusli bahkan disumpah di bawah Al Quran, untuk membuktikan bahwa dia tak mencari sensasi atau berbohong.

Tapi, bila ia memang menjadi saksi jatuhnya pesawat, mengapa ia baru berbicara nyaris 5 tahun setelah tragedi itu terjadi?

Dilansir sebuah artikel terbitan Free Malaysia Today, 16 Januari 2018, Rusli Khusmin mengaku, begitu pulang melaut, ia sebetulnya sudah berusaha menghubungi sejumlah pihak berwenang di Malaysia maupun Indonesia.

Meski, Rusli mengaku tak ingat siapa saja orang-orang yang dimaksud olehnya itu.

Sejumlah pihak kemudian mencari Rusli, bahkan menjanjikan hadiah atas informasi yang dia miliki.

Namun, menurut Rusli Khusmin, setelah itu ia dan teman-temannya hanya dijadikan 'sapi perah' oleh orang-orang tadi, demi mendapatkan informasi tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan