BBC

Pilot Ethiopian Airlines Boeing 737 Max 'tak bisa hentikan tukikan tajam'

Pilot pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh bulan lalu disebutkan dalam laporan awal "tak bisa menghentikan tukikan tajam", kecelakaan kedua

Laporan awal kecelakaan Ethiopia Airlines bulan lalu menyebutkan pesawat itu menukik tajam beberapa kali sebelum jatuh.

Pilot pesawat Ethiopian Air disebutkan telah "berulang kali" mengikuti prosedur yang disarankan oleh Boeing sebelum pesawat itu jatuh.

Meskipun demikian, mereka tetap "tidak bisa mengendalikan pesawat" Boeing 737 Max tersebut, demikian kata Menteri Transportasi Ethiopia, Dagmawit Moges.

Penerbangan bernomer ET302 itu jatuh enam menit setelah lepas landas dari ibukota Ethipia, Addis Ababa, menewaskan 157 orang yang berada di dalamnya.

"Awak pesawat sudah berulangkali menjalankan prosedur yang diberikan oleh pembuat pesawat ini, tetapi mereka tetap tidak bisa mengendalikan pesawat," kata Moges dalam konperensi pers di Addis Ababa.

Kecelakaan kedua Boeing 737 Max

Kecelakaan ini merupakan kali kedua yang menimpa pesawat Boeing 737 Max dalam rentang waktu lima bulan.

Pada bulan Oktober 2018 pesawat maskapai Indonesia, Lion Air bernomor JT 610 jatuh ke laut dan menewaskan 189 orang penumpang dan awak pesawat.

Dalam pernyataan tertulis, Direktur Eksekutif Ethiopian Airlines, Tewolde GebreMariam menyatakan bahwa ia "sangat bangga" dengan "profesionalisme yang sangat tinggi" dari para pilot pesawat tersebut.

"Sangat disayangkan mereka tak bisa menyelamatkan pesawat yang menukik itu," kata pernyataan resmi Ethiopian Airlines.

Moges yang mempresentasikan temuan terkait kecelakaan itu merekomendasikan agar sistem pengendali pesawat ditinjau ulang sebelum diperbolehkan terbang lagi.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved