Minggu, 19 April 2026

Mengapa India ingin melacak pesan-pesan WhatsApp dan di media sosial?

Pemerintah India berniat untuk mengawasi dan mencegat pesan-pesan di aplikasi WhatsApp dan media sosial lain dan segala 'perantara' untuk memerangi

Dan itu bukan satu-satunya masalah.

Rancangan aturan itu menuntut tiap platform untuk membuka kantor di India ketika mereka punya lima juta pengguna. Ini seolah-olah untuk mencari orang yang bertanggung jawab apabila ada masalah.

Koran India yang memuat iklan WhatsApp menangkal informasi palsu di New Delhi 10 July 2018
Getty Images
Menurut WhatsApp, langkah mereka memerangi informasi palsu dan desas-desus cukup ampuh.

Namun hukum teknologi India mendefinsikan "perantara" secara umum, berlaku untuk semua platform yang dipakai untuk berbagi informasi.

Ini akan berdampak pada yang lain: Wikipedia mungkin harus tutup di India apabila hukum itu dijalankan. Juga tidak jelas apa yang akan dilakukan bagi layanan berbagi pesan, semisal Signal atau Telegram yang sedang meningkat popularitasnya, seandainya mereka tak patuh.

Kemungkinan penyedia layanan internet bisa diperintahkan menutup akses kepada platform-platform itu.

Sementara para pegiat mengambil sikap keras terhadap rencana aturan ini -- terutama soal pengawasan dan keterlacakan -- para profesional kebijakan publik mengatakan pemerintah sangat ingin menemukan pemecahan ketimbang menutup mereka.

"Birokrat, politisi, polisi semuanya pakai WhatsApp," kata seorang kepala kebijakan publik di perusahaan teknologi global.

"Tak ada yang ingin menutupnya. Mereka hanya ingin WhatsApp mengambil langkah lebih serius untuk menangani masalah yang amat sangat serius ini".

Tapi sebagaimana banyak yang lainnya, orang ini juga tak mampu menjabarkan langkah-langkah apa yang seharusnya dilakukan.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved