PM Jepang Shinzo Abe Pusing Dicecar Soal Banyaknya Undangan untuk Nonton Sakura

PM Jepang Shinzo Abe mengaku pusing ketika dicecar pertanyaan terkait banyaknya undangan dikirimkan tahun ini dalam pesta melihat bunga Sakura.

PM Jepang Shinzo Abe Pusing Dicecar Soal Banyaknya Undangan untuk Nonton Sakura
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Shinzo Abe dan Akie sang istri saat berhanami Sakura bersama para artis Jepang termasuk Dewi Soekarno di taman Shinjuku April 2019 lalu. 

Kali ini banyak sekali pendukung PM Abe dari Perfektur Yamaguchi diundang dalam acara melihat Sakura tersebut.

Bahkan istri PM Abe, Akie Matsuzaki, dalam blog pribadinya menuliskan sehari sebelum pesta Sakura itu, "Sampai jumpa besok ya di pesta Sakura. Suami saya menanti kedatangan para pendukung dari Perfektur Yamuguchi dengan gembira."

Shinzo Abe kelahiran Perfektur Yamaguchi tanggal 21 September 1954 dan jadi anggota parlemen mewakili Perfektur Yamaguchi Jepang.

Masyarakat Jepang ber-hanami di taman Ueno di Tokyo serta papan larangan bagi pengunjung (kanan).
Masyarakat Jepang ber-hanami di taman Ueno di Tokyo serta papan larangan bagi pengunjung (kanan). (Koresponden Tribunnews/Richard Susilo)

Abe terpilih mewakili distrik satu dari Perfektur Yamaguchi pada 1993 setelah kematian ayahnya pada 1991, dan memperoleh suara terbanyak dari pemilu manapun dalam sejarah perfektur itu.

Pada 1999 ia menjadi Direktur Divisi Urusan Sosial, Wakil Kepala Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Mori dan Koizumi dari 2000–2003, dan sesudah itu ia diangkat menjadi Sekjen Partai Demokrat Liberal.

Shinzo Abe adalah juru runding utama untuk pemerintah Jepang atas nama keluarga-keluarga Jepang yang diculik dan dibawa ke Korea Utara.

Pada 31 Oktober 2005, ia dicalonkan menjadi Sekretaris Kabinet dari Kabinet kelima Koizumi, menggantikan Hiroyuki Hosoda.

Para warga Jepang, keluarga dan teman ber Hanami di bawah pohon Sakura minggu ini
Para warga Jepang, keluarga dan teman ber Hanami di bawah pohon Sakura minggu ini (Richard Susilo)

Pada 20 September 2006, ia terpilih sebagai ketua Partai Demokrat Liberal sekaligus menjadi PM Jepang.

Juni 2007 Abe bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta menandatangani kesepakatan (MoU) bersama pengiriman 1.500 perawat dan penopang lansia Indonesia ke Jepang.

Angkatan pertama perawat Indonesia tiba di Jepang bulan Januari 2008.

Informasi tenaga kerja Indonesia di Jepang dapat bergabung ke facebook: https://www.facebook.com/groups/kerjadijepang/

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved