Demo Tak Kelar, Festival Musik Terbesar di Hong Kong Clockhenflap 2019 Dibatalkan

Festival musik terbesar di Hong Kong Clockhenflap dibatalkan, menyusul masih memanasnya demo di jalanan ibu kota.

Demo Tak Kelar, Festival Musik Terbesar di Hong Kong Clockhenflap 2019 Dibatalkan
KOMPAS.COM/AFP / LAUREL CHOR
Ahsan Rekam Pendemo Dekati Venue Hong Kong Open: 4 Pebulutangkis Tanah Air ke Semifinal Hari Ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Festival musik terbesar di Hong Kong Clockhenflap dibatalkan, menyusul masih memanasnya demo di jalanan ibu kota.

Penyelenggara terpaksa membatalkan konser yang sedianya berlangsung pada 22-24 November 2019, dengan deretan pengisi acara seperti Bombay Bicycle Club, These New Puritans, Mumford & Sons, IDLES, King Gizzard & The Lizard Wizard, dan Metronomy.

Panitia mengumumkan pembatalan resmi diakun instagram @clockhenflap pada Jumat kemarin (15/11/2019).

"Sampai pekan ini, kami masih terus berkomitmen menyelenggarakan festival itu. Namun sayang, situasi tak mungkin diselenggarakan sekarang," tulis penyelenggara Clockenflap 2019 dalam pengumumannya.

Baca: Hong Kong Open 2019 - Servis Ahsan/Hendra Bikin Ganda Veteran Denmark Kesulitan

Pembatalan konsert menjadi sejarah pertama bagi panitia penyelenggara Clockhenflap sejak tahun 2008.

Dikutip dari The Guardians, panitia akan melakukan pengembalian uang atau refund kepada penonton yang telah membeli tiket.

Festival tersebut setiap tahun menyedot 60ribu pengemar musik untuk hadir di Pelabuhan ikonik Hong Kong.

Aksi protes demonstran terjadi beberapa bulan belakangan ini.

Demonstrasi diwarnai ketegangan yang berakhir ricuh dengan aparat kepolisian dan pengrusakan fasilitas umum.

Awalnya, para demonstran mendesak pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi, di mana RUU itu memungkinkan tersangka satu kasus di Hong Kong diadili di wilayah lain, termasuk China.

Di tengah aksi, pemerintah Hong Kong akhirnya membatalkan RUU tersebut.

Namun, demonstran enggan berhenti protes dan melebarkan protes untuk menuntut Hong Kong lepas dari China.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved