Menteri Dalam Negeri Sanae Takaichi: Skandal di Pos Jepang Sangat Serius

Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Sanae Takaichi (58) merasa kecewa kepada kantor pos Jepang saat jumpa pers setelah rapat kabinet.

Menteri Dalam Negeri Sanae Takaichi: Skandal di Pos Jepang Sangat Serius
NHK
Sanae Takaichi (58), Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Sanae Takaichi (58) merasa kecewa kepada kantor pos Jepang saat jumpa pers setelah rapat kabinet pagi hari, Jumat (20/12/2019).

"Skandal di Pos Jepang itu adalah masalah sangat serius yang menyebabkan kerugian bagi banyak pelanggan yang telah mempercayai kantor pos selama ini," kata dia.

"Kami akan melakukan perbaikan menyeluruh dan secara drastis meningkatkan sistem kepatuhan, kedisiplinan dan tata kelola mereka," ujar menteri Sanae Takaichi.

Selain itu, komite investigasi khusus dari pengacara eksternal (pihak ketiga) yang telah menyelidiki masalah ini menunjukkan dalam laporan mereka bahwa ternyata memang ada panduan berlebihan yang disebut "cara membimbing" kepada karyawan untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Baca: Penerima Penghargaan Nobel dari Jepang: Pendidik Cari Daya Tarik Anak, Jangan Paksakan Mereka

Baca: Dua Mafia Jepang dari Kelompok Yakuza Yamaguchigumi akan Diberikan Predikat Geng Konflik Khusus

Baca: Sindikat Jual Beli Mobil Mewah Curian di Jepang Palsukan Sedikitnya 20 Unit Kendaraan

"Hal itu jelas menunjukkan bahwa ada teguran untuk kata-kata yang tidak pantas, dan kami ingin melaporkan penyebab bisnis yang tidak pantas termasuk ini dan langkah-langkah untuk memperbaikinya. Saya ingin mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan laporan," kata dia.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi sedang mempertimbangkan untuk membuat upaya peningkatan bisnis ke Japan Post minggu depan.

Kantor Pos Jepang atau Japan Post Group khususnya perusahaan asuransinya, mengumumkan bahwa ada lebih dari 12.800 penjualan yang diduga melanggar hukum dan aturan internal sejauh ini.

Masalah serius tersebut merugikan pelanggan dan menghilangkan kepercayaan pelanggan yang ada selama ini.

Baca: Turbin Pesawat ANA Jepang Bagian Kanan Terbakar di Udara Penumpang Selamat Semua

Baca: Penerima Penghargaan Nobel dari Jepang: Pendidik Cari Daya Tarik Anak, Jangan Paksakan Mereka

Baca: Kru Kapal Selam Jepang Wanita Akhirnya Diperkenankan

Japan Post Group mengadakan konferensi pers pada tanggal 18 Desember lalu dan mengkonfirmasi bahwa ada 12.836 penjualan yang diduga melanggar hukum dan aturan internal dalam penyelidikan internal perusahaan.

Sedikitnya ada 670 kontrak yang benar-benar dilanggar.

Pelanggaran tersebut seperti tagihan asuransi dobel ke pelanggannya, pemberian aturan yang sangat tidak mungkin tercapai nantinya, kontrak asuransi yang dibuat tanpa kehadiran anggota keluarganya.

Target korban umumnya kalangan lansia 60 tahun ke atas.

Bagi penggemar Jepang dapat ikut diskusi dan info terakhir dari WAG Pecinta Jepang. Email nama lengkap dan nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved