Dalam Setahun Ada 2.064 Pengaduan Masyarakat Jepang terkait Gangguan Anjing dan Kucing

Dalam setahun terakhir ini muncul 2.064 pengaduan yang datang dari masyarakat karena merasa terganggu dengan bau dan hal-hal lain terkait anjing.

Dalam Setahun Ada 2.064 Pengaduan Masyarakat Jepang terkait Gangguan Anjing dan Kucing
Foto Axa-Direct
Anjing Shiba Jepang yang terkenal 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dalam setahun terakhir ini muncul 2.064 pengaduan yang datang dari masyarakat karena merasa terganggu dengan bau, berisik dan hal-hal lain terkait anjing dan kucing di sekitarnya, terutama yang dipelihara orang dan atau yang dikembangbiakkan.

"Dalam multi-breeding anjing dan atau kucing di masyarakat Jepang, muncul pengembangbiakan secara tidak sengaja, menyebabkan masalah dengan lingkungan karena bau busuk dan kebisingan dan menyebabkan penyalahgunaan hewan," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (21/12/2019).

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang melakukan survei kuesioner pertama terhadap 125 kota di Jepang, termasuk prefektur dan kota yang ditunjuk berdasarkan peraturan, untuk memeriksa latar belakang masalah dan langkah-langkah penanggulangan, dan melaporkan hasilnya pada pertemuan dengan para ahli.

Baca: 7 Alasan yang Buat Melon di Jepang Harganya Sangat Mahal hingga Ratusan Juta

Baca: Wakil Mendagri Jepang Bocorkan Rahasia, Menteri Sanae Serahkan 3 Bulan Gajinya kepada Pemerintah

Baca: Survei Pemerintah Jepang: Hubungan Jepang dengan Korea Selatan Semakin Memburuk

Baca: Mulai Tahun 2020 Kementerian Lingkungan Hidup Jepang Terapkan Aturan Kantong Plastik Berbayar

Menurut laporan itu, setidaknya ada 2.064 keluhan dari penduduk atas "multi-breeding" (pengembangbiakan) tahun lalu.

Analisis terhadap 368 kasus spesifik yang ditangani oleh pemerintah kota dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa 53 persen pemilik membutuhkan hidup, dengan mengatakan, "Saya tidak bisa membayar biaya untuk mengambil terlalu banyak hewan dan untuk sterilisasi."

"Banyak pemerintah daerah merasakan tantangan tersebut," tambah sumber itu.

Juga, ketika ditanya tentang kemungkinan penyalahgunaan hewan, sekitar 1 persen dari kasus memiliki "trauma tidak wajar", tetapi lebih dari 20 persen pemilik "tidak peduli dengan cedera dan penyakit hewan."

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang akan menganalisis lebih lanjut hasil kuesioner dan berdasarkan pemahaman tentang kasus individu dan inisiatif pemerintah daerah, akan merumuskan pedoman yang menunjukkan cara berurusan dengan pemilik dan cara bekerja sama dengan organisasi lokal dan swasta.

Bagi penggemar Jepang dapat ikut diskusi dan info terakhir dari WAG Pecinta Jepang. Email nama lengkap dan nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved