Selasa, 14 April 2026

Tudingan PM Justin Trudeau soal Jatuhnya Boeing 737 di Teheran dan Bantahan Iran

PM Kanada Trudeau menuding jatuhnya pesawat Boeing 737 Ukraina akibat ditembak rudal. Iran pun segera membantahnya

CNN.com
Beredar Video yang Diklaim Memperlihatkan Rudal Ditembakkan ke Udara sebelum Pesawat Ukraine Airlines Jatuh 

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, dia mempunyai kecurigaan.

"Tetapi, seseorang bisa saja melakukan kesalahan," jelasnya dikutip BBC.

Pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh setelah lepas landas pada pukul 06.12, beberapa jam setelah dua pangkalan AS diserang Iran.

Teheran menyatakan dalam penyelidikan awal mereka, pesawat yang mengangkut 167 penumpang dan sembilan kru itu mengalami "keadaan darurat".

Baca: MPR Minta Pemerintah Ambil Sikap atas Ketegangan Amerika-Iran

Namun, kru tidak mengumumkan keadaan tersebut, dan berusaha kembali ke bandara sebelum kemudian jatuh di lokasi pertanian.

Pihak Ukraina menerangkan, mereka mencoba untuk mengonfirmasi kebenaran kabar bahwa rudal Iran yang diduga menghantam pesawat buatan Rusia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Pesawat Boeing 737 Ukraina Jatuh, PM Kanada: Bukti Tunjukkan Ditembak Rudal Iran

Bantahan Iran

Iran membantah setelah disebut sebagai pihak yang menembak jatuh pesawat Boeing 737 milik Ukraina.

Sejumlah negara Barat mengindikasikan bahwa pesawat Ukraine International Airlines jatuh secara tidak wajar pada Rabu (8/1/2020).

Baca: PM Kanada Punya Bukti Rudal Iran Penyebab Jatuhnya Pesawat Ukraina

Sebanyak 176 orang, terdiri dari 167 penumpang serta sembilan kru, tewas setelah pesawat itu jatuh pasca-lepas landas pukul 06.12 waktu setempat.

Pesawat Boeing 737 Ukraina itu disebut jatuh pada Rabu pagi di Bandara Imam Khomeini, Teheran, karena ditembak rudal Iran.

Otoritas dari Kiev menyatakan, mereka mulai menyikapi serius teori bahwa maskapai Ukraina International Airlines dihantam misil.

Juru bicara pemerintah Ali Rabiei dilansir Sky News Kamis (9/1/2020) menyatakan, dia menuduh pihak Barat berusaha melancarkan perang psikologi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved