Fakta Gadis Aceh yang Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia yang Menghilang Sejak 2015

Diduga kuat Syafridawati adalah korban sindikat perdagangan manusia (human trafficking).

Fakta Gadis Aceh yang Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia yang Menghilang Sejak 2015
SERAMBINEWS/kolase serambinews.com
Syafridawati, gadis asal Aceh Utara dilaporkan hilang di Malaysia sejak 2015. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ansari Hasyim


TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH
- Syafridawati, gadis asal Aceh Utara dilaporkan hilang di Malaysia sejak 2015.

Cerita bermula saat ia diajak seseorang bernama Mutia untuk bekerja di negeri jiran itu namun setelah itu hilang bagai di telan bumi.

Tanpa surat dan kabar berita membuat keluarga di kampung halaman sang gadis gundah gulana.

Diduga kuat Syafridawati adalah korban sindikat perdagangan manusia (human trafficking).

Berikut 7 fakta tentang Syafridawati yang diduga menjadi korban perdagangan manusia di Malaysia.

1. Dirayu hingga tiga kali

Cerita bermula saat Mutia, orang kampungnya datang ke rumah meminta izin untuk membawa Syafridawati guna dipekerjakan di negeri seberang.

Mutia tiga kali merayu Nurdin dan putrinya agar ikut bersamanya ke Malaysia dan awalnya Nurdin tak mau dan tak memberi izin.

“Phon dijak dilake, han loen bi. (Pertama dia datang minta, tapi tak saya kasih),” kata Nurdin ayah Syafridawati saat melaporkan kasus itu ke Polda Aceh, Senin (13/1/2020).

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved