Virus Corona

Peneliti Hong Kong Klaim Temukan Vaksin untuk Virus Corona, Ini Penjelasannya

Para peneliti Hong Kong mengklaim berhasil menemukan vaksin untuk virus corona.

Peneliti Hong Kong Klaim Temukan Vaksin untuk Virus Corona, Ini Penjelasannya
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi: Petugas mengoperasikan alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) saat penumpang pesawat tiba di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Rabu (22/1/2020). Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya wilayah kerja bandara Juanda meningkatkan kewaspadaan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) untuk mengantisipasi masuknya virus corona yang berasal dari negara China ke wilayah Indonesia. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, HONG KONG - Para peneliti Hong Kong mengklaim berhasil menemukan vaksin untuk virus corona.

Namun, masih dibutuhkan waktu untuk menguji hasil temuannya tersebut.

Ketua departemen penyakit menular di Universitas Hong Kong (HKU), Profesor Yuen Kwok-yung, mengatakan timnya memproduksi vaksin tersebut dari virus corona yang diisolasi dari kasus pertama.

"Kami sudah mengembangkannya. Namun butuh waktu sebelum diujicobakan ke binatang," kata Profesor Yuen dilansir SCMP via Asia One Rabu (29/1/2020).

Baca: TNI AU Siap Evakuasi WNI di Wuhan dengan Tiga Pesawat: Dua Boeing 737, Satu C130 Hercules

Dia menjelaskan, butuh waktu setidaknya berbulan-bulan untuk dicoba ke hewan, dan setahun ke manusia sebelum benar-benar bisa digunakan.

Peneliti HKU mengembangkan obat untuk patogen berkode 2019-nCov itu berdasarkan vaksin semprot hidung untuk influenza yang sebelumnya sudah ditemukan.

Ilmuwan memodifikasi vaksin tersebut dengan mencampurkan antigen virus, di mana nantinya obat itu tak hanya ampuh menangkal flu, tapi juga corona.

Baca: Wabah Virus Corona Belum Pengaruhi Kunjungan Wisman ke Borobudur

Hingga Selasa (28/1/2020), Hong Kong baru mengonfirmasi delapan kasus positif, di mana 78 orang lainnya masih berada dalam level terduga.

Media China sempat memberitakan pakar setempat, Li Lanjuan, sempat menyatakan vaksin untuk virus Wuhan tengah dikembangkan, dan bisa diproduksi dalam waktu sebulan.

Namun, Yuen meragukannya.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved