Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Setidaknya 500 Tenaga Medis Terpapar Virus Corona atau Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

Setidaknya 500 Tenaga Medis Terpapar Virus Corona atau Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Daryono
WEIBO, thinkchina.sg/onlineindus.com
Dokter Li Wenliang sempat dicibir saat deteksi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM - Setidaknya 500 tenaga medis di Wuhan terpapar virus corona atau Covid-19, SCMP melaporkan.

Data tersebut terhitung setidaknya per pertengah Januari, jumlah diprediksi terus bertambah.

Pemerintah setempat memang melaporkan kasus individu tenaga medis yang terinfeksi virus corona.

Namun data tersebut tidak disertai gambar penuh.

Sumber berkata dokter dan perawat diminta untuk mempublikasikan identitasnya secara menyeluruh pada publik.

Alasan pembatasan publikasi identitas para staf medis itu tidak dijelaskan secara gamblang.

Baca: Kesaksian Perawat Medis: Rumah Sakit di Wuhan Tak Henti-hentinya Terima Pasien Corona

Namun otoritas disebut sedang mencoba untuk mementingkan semangat juang pada staf medis, terutama setelah kematian Li Wenliang yang terbunuh karena virus tersebut.

Di media sosial beredar skala infeksi di antara petugas medis di Wuhan.

ILUSTRASI - Sejumlah ahli memberikan penjelasan terkait apakah dikarantinya Wuhan bisa memperlambat wabah Virus Corona.
ILUSTRASI - Sejumlah ahli memberikan penjelasan terkait apakah dikarantinya Wuhan bisa memperlambat wabah Virus Corona. (Xinhua/Chen Jing)

Dikatakan per Januari saja sudah ada sekitar 500 kasus infeksi virus corona yang terkonfirmasi di kalangan staf medis.

Jumlah itu belum termasuk 600 kasus suspect (dicurigai).

Seorang narasumber dari salah satu rumah sakit besar di Wuhan berkata slide itu asli.

Angka-angka yang ditunjukkan di slide sejalan dengan angka yang diberikan oleh dua dokter lain di rumah sakit besar di Wuhan.

Mereka yang terinfeksi termasuk setidaknya 100 staf dari Rumah Sakit Wuhan Xiehe dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, dengan masing-masing 50 kasus lagi dari Rumah Sakit Wuhan Number 1 dan Rumah Sakit Zhongnan.

Sebuah makalah penelitian yang diterbitkan oleh beberapa dokter dari Rumah Sakit Zhongnan dalam The Journal of American Medical Association, Jumat (7/2/2020) lalu mengatakan, setidaknya 40 pekerja medis telah terinfeksi.

Baca: WHO Tetapkan Nama Resmi Virus corona COVID-19, Ini Artinya

Spesialis medis mengatakan tingkat infeksi di antara staf dalah indikator penting yang membuktikan betapa mudahnya virus corona menular.

Seorang dokter dari sebuah rumah sakit besar di Wuhan, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan bahwa perkembangan itu telah menyentuh semangat juang mereka.

Ia menambahkan bahwa banyak pekerja medis “hancur” ketika mereka melihat pemindaian CAT rekan-rekan yang telah terinfeksi.

"Itulah sebabnya kami telah meminta sumbangan lebih banyak dari pasokan medis, terutama pakaian pelindung," kata seorang dokter.

"Kami telah melihat banyaknya rekan medis yang jatuh sakit karena perlindungan yang tidak memadai."

Para dokter dan ahli medis mengatakan bahwa kekurangan alat pelindung, jam kerja yang panjang dan juga kurangnya kesadaran tentang betapa menularnya virus merupakan faktor utama dalam penyebaran.

Yu Changping, seorang dokter spesialis pernafasan di Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, menderita demam pada 14 Januari dan kemudian dikonfirmasi mengidap virus itu.

Ia mengatakan ia tidak yakin kapan ia terinfeksi karena ia merawat banyak pasien setiap hari dan kemungkinan terinfeksi tinggi.

"Virus ini terlalu menular. Kami tidak memiliki cukup pemahaman tentang virus," katanya.

Yu dirawat di rumah sakit pada 17 Januari dengan rekannya yang lain dari departemen yang sama dan masih dirawat hingga kini.

Kematian setidaknya tiga staf medis Wuhan telah dilaporkan sejauh ini - termasuk Li Wenliang, yang kasusnya sempat memicu kemarahan netizen.

Li Wenliang SCMP/EFE-EFA
Li Wenliang (SCMP/EFE-EFA)

Wakil direktur dari departemen Li, Mei Zhongming, juga dilaporkan telah terinfeksi.

Juga diketahui apakah ada pasien yang terinfeksi dari petugas kesehatan yang sakit.

Ian Lipkin, profesor epidemiologi John Snow di Mailman School of Public Health di Columbia University, mengatakan risiko yang dihadapi oleh petugas kesehatan sangat tinggi bahkan jika mereka memakai alat pelindung sekalipun.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan