Pengamat Sebut Pernyataan Harry dan Meghan Tidak Penting dan Berisi Kedengkian, Ini Motif Meghan
Pangeran Harry dan Meghan Markle dikritik habis-habisan oleh pengamat kerajaan atas pernyataan kontroversial mereka, di website dan Instagram.
Penulis:
Ika Nur Cahyani
Editor:
Daryono
"Tanpa label itu, badan amal mereka akan lebih susah dikenal karena itu merek mereka," jelasnya dilansir dari Mirror.
"Aku pikir, mereka ingin mempertahankan kantor di Buckingham, tapi kini sekarang mereka tak punya."

Menurut Ken, keduanya juga tak bisa lagi menggunakan panggilan kehormatan.
"Harry juga ingin tetap menggunakan gelar HRH (His/Her Royal Highness), tapi tidak bisa. Dia akan sangat kecewa dengan itu," tambahnya.
Ken merasa, pasangan Sussex akan kesulitan menemukan jalan baru setelah keluar dari Kerajaan Inggris.
Setelah diskusi berminggu-minggu, akhirnya istana mengumumkan perubahan akan terjadi pada 31 Maret.
Peristiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya di keluarga kerajaan sehingga Istana akan terus mendapat sorotan.
Baca: Pakar Yakin Harry dan Meghan Markle Tidak Akan Menderita Meski Kehilangan Label Sussex Royal
Baca: Jelang Pangeran Harry dan Meghan Keluar dari Kerajaan, Intip Semua Jadwal dan Tugas Terakhirnya
Sebelumnya, Meghan dan Harry juga telah menutup kantor di Istana Buckingham dan merumahkan 15 staf.
Mereka kini tengah bekerja dengan perlindungan yang ada, untuk membangun organisasi nirlaba yang baru.
Istana juga telah menyatakan, Meghan dan Harry akan mempertahankan gelar HRH-nya, tapi tidak boleh digunakan secara aktif.
Adik Pangeran William ini, juga ingin mempertahankan jabatan militernya yaitu mayor, komandan, dan pemimpin skuadron.
Namun, selama masa percobaan 12 bulan dia tidak boleh menggunakannya.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)