Pemimpin 'Sekte Sesat' di Korsel yang Diduga Sebar Virus Corona Hingga Hampir 1000 Orang Lakukan Ini

Korea Selatan jadi negara kedua dengan pasien virus Corona terbanyak, diduga berawal dari sebuah sekte sesat ini

Pemimpin 'Sekte Sesat' di Korsel yang Diduga Sebar Virus Corona Hingga Hampir 1000 Orang Lakukan Ini
YONHAP / AFP
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. 

TRIBUNNEWS.COM - Pasien Corona di Korea Selatan semakin bertambah.

Tercatat tanggal 25 Februari, pasien di Korea Selatan hampir mencapai 1000 orang.

Seperti apa?

Korea Selatan jadi negara kedua dengan pasien virus Corona terbanyak, diduga berawal dari sebuah sekte sesat ini.

Korea Selatan menjadi negara kedua yang memiliki pasien terinfeksi virus Corona terbanyak.

Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. (AFP/HECTOR RETAMAL)

Dikutip dari Kompas.com pada 25 Februari 2020, pasien yang tercatat terinfeksi virus Corona mencapai sekitar 900 orang dan mendekati 1000.

Kota Daegu di Korsel disebut sebagai pusat dan tempat karantina para pasien.

Sebuah sekte sesat yang bernama Gereja Shincheonji yang awalnya menyebarkan virus Corona hingga pasien jadi naik tajam.

Banyak anggota Shincheonji kini tertular, yang diduga dimulai dari perempuan 61 tahun yang mengalami demam pada 10 Februari lalu.

Angka ini membuat jumlah infeksi virus corona di negara tersebut bertambah jadi 977 kasus, yang merupakan angka tertinggi di luar China.

Halaman 2 ====>

Editor: Talitha Desena Darenti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved