Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Kasus Corona Berujung Rasisme di Sejumlah Negara, di London Pria Singapura Dianiaya

Seorang mahasiswa dari Singapura mengatakan dia dipukuli oleh sekelompok pria yang mengatakan kepadanya,

Editor: Hasanudin Aco
facebook.com/Jonathan Mok
Pelajar Singapura di London, Jonathan Mok diserang orang yang tidak dikenal 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Seorang mahasiswa dari Singapura mengatakan dia dipukuli oleh sekelompok pria yang mengatakan kepadanya,

"Saya tidak ingin virus coronamu di negara saya."

Jonathan Mok, yang berusia 23 tahun, mengatakan dia sedang berjalan di Oxford Street, di pusat kota London, Inggris, Senin lalu ketika dia mendengar teriakan "virus corona".

Tatkala dia berhadapan dengan keempat pria tersebut, ujarnya, mereka tiba-tiba menghujaninya dengan pukulan yang membuatnya terluka parah.

Kepolisian London mengatakan pihaknya memperlakukan serangan itu sebagai "serangan rasial yang menyakitkan".

Baca: 10 Insiden Rasis yang Diterima Orang Asia karena Virus Corona: Dilempari Telur, Dipukul Babak Belur

Baca: Paus Frasiskus Jadi Korban Hoax Terinfeksi Corona, Vatikan Membantah : Tetap Pimpin Misa Pagi

Namun demikian, tidak ada seorangpun yang ditangkap dalam kasus ini.

Mok, mahasiswa University College London, mengunggah foto-fotonya yang terluka ke laman Facebooknya dan disebarkan secara meluas.

"Saya diserang karena warna kulit saya."

Dia mengaku diserang sekitar pukul 21.15 GMT di dekat stasiun Tottenham Court Road, London.

Dalam keterangan foto, Mok menulis: "Tiba-tiba, pukulan pertama diayunkan ke wajah saya dan membuat saya terkejut."

Mok mengatakan wajahnya "bonyok dan berdarah" akibat bogem mentah para pemuda itu, yang membuatnya "linglung dan syok".

Dia mengatakan wabah virus corona digunakan oleh sejumlah orang sebagai alasan untuk "menebarkan kebencian lebih lanjut atas masyarakat yang berbeda dari mereka".

"Saya hanya berpikir bahwa pengalaman saya ini mencemari citra kota yang indah ini dengan begitu banyak orang baik," tambah Mok.

Perlakuan rasisme di Prancis dan Kanada

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan