Virus Corona

Menurut Penelitian Perempuan Lebih Mungkin Bertahan dari Virus Corona Dibanding Lelaki

Temuan para peneliti di Cina mengemukakan jika wanita lebih mungkin bertahan dari virus corona yang mematikan dibandingkan lelaki.

TRIBUN/HO
Petugas melakukan pengecekan suhu kepada pengunjung Lippo Mall Puri, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Untuk mencegah penyebaran virus corona, pengelola Lippo Mall melakukan langkah-langkah pencegahan dengan melakukan peningkatan kebersihan lingkungan mall dan pengecekan suhu pengunjung. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah temuan para peneliti di China mengemukakan jika wanita lebih mungkin bertahan dari virus corona yang mematikan.

Meski begitu, wanita lebih rentan mengalami depresi, kecemasan, dan insomnia karena mereka menganggap sebagian besar beban merawat pasien.

Virus Covid-19 menyebabkan gejala yang kurang serius dan mortalitas yang lebih rendah pada wanita dibandingkan dengan pria.

Hal itu menurut dua makalah penelitian oleh dokter yang bekerja di pusat kota Wuhan di China, pusat dari penyakit Covid-19 dimulai.

Dalam satu penelitian terhadap lebih dari 1.000 pasien di seluruh daratan Cina, termasuk 37 yang meninggal di Wuhan, para peneliti menemukan bahwa pria menderita efek yang lebih parah dan lebih mungkin meninggal.

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. (AFP/STR/CHINA OUT)

Baca: Studi China: Penyebaran Virus Covid-19 Bisa Melambat di Negara Bercuaca Lebih Hangat

Terhitung 70 persen dari angka kematian, menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada Kamis di medRxiv.org, server pracetak untuk ilmu kesehatan.

"Secara khusus, virus itu "lebih cenderung mempengaruhi pria yang lebih tua dengan komorbiditas."

"Dapat pula menyebabkan penyakit pernapasan yang parah dan bahkan fatal," kata surat kabar itu, melansir melalui South China Morning Post.

Makalah ini ditulis oleh para peneliti dari Rumah Sakit Union Wuhan dan Rumah Sakit Tongren Beijing, yang dikirim oleh pemerintah pusat ke provinsi Hubei untuk membantu mengendalikan epidemi.

Sebuah penelitian sebelumnya terhadap 47 pasien dengan pneumonia berat yang diinduksi coronavirus menemukan bahwa pasien laki-laki lebih mungkin untuk memiliki penyakit paru-paru, mengembangkan infeksi sekunder, memerlukan perawatan yang kompleks dan mengalami hasil yang lebih buruk.

ILUSTRASI (Seorang perawat memegang tangan pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan untuk menenangkannya)
ILUSTRASI (Seorang perawat memegang tangan pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan untuk menenangkannya) (Xinhua/Xiong Qi)

Baca: Penanganan Virus Corona, Istana Pastikan Protokol Kesehatan Berjalan Hingga Ke Daerah

Halaman
12
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved