Virus Corona

Sempat Kehabisan Stok, Masker Beredar Kembali di Jepang Mulai Hari Ini

Sesuai dengan janji Pemerintah Jepang akhir Februari 2020 lalu, masker kini mulai beredar kembali di beberapa tempat di Jepang.

Sempat Kehabisan Stok, Masker Beredar Kembali di Jepang Mulai Hari Ini
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sebuah pabrik pembuat masker di Jepang sedang memproduksi masker yang kehabisan stok selama ini. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sesuai dengan janji Pemerintah Jepang akhir Februari 2020 lalu, masker kini mulai beredar kembali di beberapa tempat di Jepang.

"Syukurlah masker sudah datang lagi, kita akan sebar hari ini," ungkap Wali Kota Sapporo, Takatoshi Machida yang baru saja menerima masker dari pabrik di Myanmar, Kamis (12/3/2020).

Atas permintaan Jepang masker buatan Myanmar pertama kali dikirim dan diterima di Hokkaido dan Nagoya, Kamis (12/3/2020).

Baca: Ini Bantahan Hotel di Bali yang Disebut Jadi Lokasi Menginap Turis Asing Positif Corona

Baca: 100 Pasien Corona di China Sembuh dengan Memanfaatkan Pohon Kina

Sekitar 2.500 lembar diangkut dari Tokyo ke Balai Kota Sapporo oleh produsen masker Jepang.

Lalu sekitar 5.000 masker dikirimkan pula produksi Myanmar itu ke Nagoya.

"Saya sangat berterima kasih karena maskernya telah datang kembali ke Jepang di tengah kebutuhan yang sangat banyak saat ini," tambah Machida.

Pemerintah telah mengeluarkan tindakan darurat untuk mendistribusikan 20 juta masker kain yang dapat dicuci dan digunakan berulang kali ke panti jompo dan pusat penitipan anak di seluruh Jepang.

Selanjutnya antara awal dan pertengahan April 2020 juga akan datang lagi sekitar 50 juta lembar masker juga dari pabriknya di Myanmar.

Baca: 5 Tipologi Kekerasan di Lingkungan Sekolah: Terbuka, Perseorangan, Agresif, Defensif dan Insidental

Baca: Anies Imbau Pengurus Masjid Sisipkan Pesan Kewaspadaan Virus Corona ke Jamaah

Sebuah perusahaan tekstil dan farmasi, di Kowa Nagoya menegaskan akan meningkatkan produksi bulanannya menjadi 77 juta masker, karena permintaannya meningkat akibat penyebaran pneumonia baru.

"Pasokan bulanan akan meningkat sebesar 27 juta unit pada bulan Maret, dan kami bertujuan untuk menambah 50 juta unit lagi dari bulan April," ungkap eksekutif perusahaan tersebut.

Dari 77 juta lembar, 27 juta adalah masker sekali pakai yang menjadi arus utama.

Memanfaatkan subsidi dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI Jepang) perusahaan memperkuat fasilitas produksi dalam negeri.

Sebanyak 50 juta sisanya adalah masker kasa, yang akan diproduksi baru di pabrik yang dikontrak di Myanmar.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved