Virus Corona

Italia Laporkan 349 Kematian Baru, Total Sudah Lebih dari 2.000 Orang Meninggal

kini total 2.158 orang meninggal dunia. Jumlah ini terbanyak setelah China, awal pusat penyebaran virus corona.

MIGUEL MEDINA / AFP
Pemandangan di jalan utama Corso Buenos Aires yang sepi di Milan pada 12 Maret 2020, ketika Italia menutup semua toko kecuali apotek dan toko makanan dalam upaya putus asa untuk menghentikan penyebaran virus corona yang telah menewaskan 827 di negara itu hanya dalam waktu singkat, lebih dari dua minggu. 

TRIBUNNEWS.COM, ROMA -- Italia melaporkan 349 kematian baru akibat virus corona (Covid-19) pada Senin (17/3/2020) waktu setempat.

Dengan begitu, kini total 2.158 orang meninggal dunia. Jumlah ini terbanyak setelah China, awal pusat penyebaran virus corona.

Dalam dua hari terakhir ini, lebih dari 700 kematian dilaporkan terjadi di Italia.

Selain itu terdapat 27.980 orang terinfeksi. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan empat hari yang lalu baru 15.113 kasus.

Sebagian besar korban meninggal dunai berasal dari daerah utara, di mana virus pertama kali mulai menyebar di sekitar kota Milan.

Baca: WHO Mendesak Semua Negara Lakukan Banyak Tes Covid-19

Ibukota keuangan Italia, wilayah Lombardy tercatat 1.420 kematian.

Untuk daerah tetangga Piedmont, sekitar Turin, yang merupakan rumah bagi industri otomotif Italia, tercatat jumlah kematian dan infeksi meningkat hampir dua kali lipat dalam 2 hari.

Piedmont melaporkan 111 kematian dan 1.516 kasus infeksi pada Senin (16/3/2020), dibandingkan dengan 59 kematian dan 873 infeksi pada hari Sabtu akhir pekan lalu.

Wilayah Lazio, di sekitar Roma tercatat 19 kematian dan 523 kasus infeksi.

Sejumlah langkah sudah ditempuh Italia untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Diantaranya pemerintah Italia sudah melakukan pembatasan perjalanan ke Italia, menutup Restoran, Bar dan hampir semua toko kecuali untuk toko makanan dan laboratorium kimiawan.

Baca: MUI soal Fatwa Salat Jumat, Harus Jadi Pedoman Pemerintah untuk Ambil Keputusan

"Pemerintah melakukan yang terbaik, kita berada dalam perang melawan musuh yang tak terlihat," kata pemilik Roma toko Delicatessen Roberto Castroni.

Sejauh ini Otoritas Kesehatan Italia mencatat peningkatan kasus virus corona menjadi 15.113 dari 12.462 sebelumnya.

Dalam serangkaian langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona, Gereja Katolik Roma telah memerintahkan penutupan seluruh gereja pada Kamis (13/3/2020).

Baca: Vanessa Angel Ditangkap Polisi, Sang Ayah Mengaku Belum Dapat Kabar

Ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di zaman modern yang akan berlaku untuk lebih dari 900 gereja paroki dan situs bersejarah di ibukota Italia.(Channel News Asia/AFP)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved