Virus Corona
Cegah Corona, Singapura Tolak Semua Pengunjung yang Masuk, Meskipun Hanya Transit
Cegah Corona, Singapura Tolak Semua Pengunjung yang Masuk, Meskipun Hanya Transit
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Whiesa Daniswara
Masih dilansir Channel News Asia, pembatasan terbaru ini diumumkan sehari setelah Singapura mengkonfirmasi kematian pertamanya karena virus corona.
Dua pasien, seorang wanita Singapura berusia 75 tahun dan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun, meninggal karena komplikasi akibat Covid-19 pada Sabtu (21/3/2020) pagi.
Wanita tersebut (kasus 90), memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi.
Ia terhubung dengan cluster di The Life Church and Missions Singapore.
Baca: Singapura Catatkan 2 Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19, Termasuk Seorang WNI
Sementara pasien kedua, yang dikenal sebagai kasus 212, merupakan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun dengan riwayat penyakit jantung.
Singapura juga mengkonfirmasi 47 kasus baru virus corona pada hari Sabtu, sehingga total menjadi 432.
432 kasus itu termasuk 39 kasus impor dengan sejarah perjalanan ke Australia, Eropa, Amerika Utara, dan bagian lain di Asia.
Dari jumlah tersebut, 33 adalah penduduk yang kembali dan pemegang izin jangka panjang, sementara enam adalah pengunjung jangka pendek.
Delapan kasus baru yang tersisa ditransmisikan secara lokal.
Baca: Mardani Ali Sera Kesal ODP Corona Kabur, Kalau di Singapura, Bisa Kena Pasal Percobaan Pembunuhan
Dua terkait dengan kasus-kasus sebelumnya, sementara enam saat ini tidak terhubung, kata pihak berwenang dalam pembaruan hariannya.
Untuk mengurangi risiko penularan lokal lebih lanjut, langkah-langkah yang lebih ketat diumumkan pada hari Jumat, termasuk penangguhan semua acara dan pertemuan dengan 250 atau lebih peserta.
Karyawan pada tempat umum, seperti toko ritel dan gerai makanan dan minuman (F&B), juga harus melakukan tindakan pencegahan untuk memastikan pemisahan sejauh 1 meter antar orang.
Singapura juga meluncurkan aplikasi seluler TraceTogether dalam upaya untuk mempercepat upaya pelacakan kontak.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)