Virus Corona

Putin Pakai Hazmat Suit Saat Kunjungi Pasien Corona di Rumah Sakit Moskwa

sejauh ini Rusia terkonfirmasi memiliki kurang dari 700 kasus virus corona (Covid-19), salah satu angka yang terendah dibandingkan negara lainnya

Putin Pakai Hazmat Suit Saat Kunjungi Pasien Corona di Rumah Sakit Moskwa
Getty Images
Presiden Rusia Vladimir Putin memakai alat pelindung saatmengunjungi rumah sakit tempat pasien terinfeksi virus corona dirawat. 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan hazmat suit atau pakaian pelindung seluruh tubuh dan respirator berwarna kuning selama kunjungannya ke rumah sakit di Moskwa, Rusia.

Dalam kunjungannya itu, ia didampingi Wali Kota Moskwa sekaligus sekutunya di Pemerintahan Sergei Sobyanin yang mengatakan kepadanya bahwa kasus-kasus di negara itu kemungkinan besar terus bertambah.

Karena saat ini diduga masih ada korban yang belum terhitung.

"Situasi serius sedang terjadi," kata Sobyanin kepada Putin dalam sebuah pertemuan.

Baca: Pemerintah Jepang Siapkan Dana 1 Triliun Yen untuk Pemulihan Pariwisata

Dikutip dari laman The Hill, Kamis (26/3/2020), sejauh ini Rusia terkonfirmasi memiliki kurang dari 700 kasus virus corona (Covid-19), salah satu angka yang terendah dibandingkan negara lainnya di seluruh dunia.

Sobyanin menyampaikan bahwa warga Moskwa yang kembali ke Rusia setelah mengunjungi negara-negara yang paling terdampak virus, seperti China, telah dikarantina di rumah mereka masing-masing karena khawatir akan menularkan virus ke orang lain.

Putin kemudian menegaskan dirinya akan melakukan upaya yang lebih besar untuk memulangkan warga Rusia yang tinggal di luar negeri, selama berlangsungnya pandemi ini.

"Pada kenyataannya, ada lebih banyak orang yang terinfeksi," kata Sobyanin kepada Putin.

Baca: Cara Presiden Rusia Vladimir Putin Stabilkan Perekonomian di Tengah Wabah Corona

Pada hari Selasa lalu, pemerintah Rusia telah menutup sementara klub malam, bioskop dan pusat hiburan anak-anak untuk menekan penyebaran virus.

Menurut kantor berita RIA, parlemen Rusia juga meningkatkan langkah-langkah untuk menggiatkan praktik isolasi diri.

Dua anggota parlemen pun mengusulkan Undang-undang (UU) tentang siapapun yang mengabaikan tindakan karantina agar dapat dihukum.

Baca: Pakar Kritik Angka Infeksi Covid-19 Rusia Rendah

Jika UU disahkan, para pelanggar tindakan karantina ini nantinya akan dihukum kurungan paling lama tujuh tahun penjara, jika ada dua orang yang meninggal karena terpapar.

Atau jika pelanggar menyebabkan infeksi secara massal.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved