Rabu, 27 Mei 2026

Virus Corona

Serangan Covid-19 di AS Pada Musim Dingin Mendatang Diperkirakan akan Lebih Parah

AS mengalami epidemi flu dan epidemi virus corona secara bersamaan. Kombinasi tersebut akan memberikan tekanan lebih besar terhadap sistem kesehatan.

Tayang:
The Telegraph
Seorang Paramedis Ini Hadapi Demonstran Anti-Lockdown di Colorado, Amerika Serikat 

Dari total jumlah korban meninggal dunia, delapan orang di antaranya di Negara Bagian New York, sedangkan seorang lainnya merupakan anak buah kapal Oasis of the Seas yang berlabuh di Miami, Negara Bagian Florida.

Baca: Bela Pernyataan Jokowi, KIP: Mudik Berkaitan dengan Lebaran, Pulang Kampung ya Selamanya

WNI yang diketahui bernama I Putu Sugiartha, menurut laporan Miami Herald, meninggal dunia pada Senin (20/4/2020) setelah menjalani perawatan kesehatan.

"Almarhum sudah menjalani proses perawatan di sebuah rumah sakit yang ada di Florida, namun tidak tertolong," kata Judha.

Hingga 22 April 2020, tercatat 38 WNI positif terinfeksi Ccovid-19 di AS, dua orang sembuh, 27 orang dalam kondisi stabil, serta sembilan meninggal dunia.

Seorang pengendara mobil melambaikan bendera AS dalam demonstrasi tolak lockdown di Denver, Colorado, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020).
Seorang pengendara mobil melambaikan bendera AS dalam demonstrasi tolak lockdown di Denver, Colorado, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). (AFP, JASON CONNOLLY)

Untuk mengatasi penyebaran Covid-19, Quest Diagnostics Inc, sebuah perusahaan di AS, Selasa, mengatakan mulai melakukan pengujian menggunakan sampel darah untuk mendeteksi antibodi Covid-19.

Quest mengatakan pihaknya sedang menggunakan pengujian yang dilakukan oleh Abbott Laboratories dan Euroimmun PerkinElmer Inc.

Pengujian keduanya menggunakan spesimen serum darah untuk menemukan keberadaan antibodi immunoglobulin class G (IgG).

Respons antibodi IgG biasanya berkembang hingga 14 hari setelah gejala muncul.

Baca: Manajer Bar di Hong Kong Dipenjara 2 Bulan karena Langgar Aturan Jarak Sosial

Tes antibodi dianggap sebagai cara baru potensial dalam perang mencegah infeksi dan memberikan peluang untuk mengembalikan perekonomian ke jalurnya, dengan mengidentifikasi orang-orang, yang mungkin memiliki imunitas terhadap virus dan dapat melanjutkan pekerjaan mereka.

Perusahaan itu mengatakan berharap dapat menambah pengujian hingga sekitar 150.000 tes sehari mulai awal Mei, dari hampir 70.000 tes per hari hingga akhir pekan ini.

"Seperti yang telah ditunjukkan oleh FDA, uji antibodi berpotensi membantu para profesional kesehatan mengidentifikasi orang-orang yang terpapar Covid-19 dan telah memperlihatkan respons imunitas," kata Kepala Staf Medis Jay G. Wohlgemuth. (cnn/tribunnetwork/rin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved