Virus Corona

Pemerintah Jepang Pertimbangkan Beri Subsidi Rp 14 Juta Bagi Para Pelajar

Beberapa universitas di Jepang juga telah mengeluarkan manfaat lainnya saat ini untuk membantu darurat para siswanya.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MEXT) Jepang di Kasumigaseki Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MEXT) sedang mempertimbangkan untuk memberikan subsidi 100.000 yen kepada setiap pelajar yang ada di Jepang.

"Kita sedang pertimbangkan setiap pelajar mendapat manfaat 100.000 yen pula nantinya, di luar 100.000 yen per kepala yang dijanjikan PM Jepang sudah mulai diberikan saat ini. Jadi kalau pelajar saja juga dapat 100.000 yen, total yang diperoleh bisa mencapai 200.000 yen per pelajar nantinya," kata sumber Tribunnews.com, Senin (11/5/2020).

Selain rencana tersebut, beberapa universitas di Jepang juga telah mengeluarkan manfaat lainnya saat ini untuk membantu darurat para siswanya.

Universitas Hiroshima telah memulai sistem pendukungnya sendiri. Pembayaran sekaligus 30.000 yen akan diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan keuangan.

Baca: 202 Kendaraan Travel Gelap Yang Bawa Pemudik Diamankan Polisi, Mayoritasnya Diamankan di Jalur Tikus

Universitas Dokkyo (Prefektur Saitama) telah memutuskan untuk memberikan 100.000 yen kepada semua siswa atas nama "dukungan pelajaran jarak jauh".

Dikatakan bahwa 8.600 orang akan mendapat manfaat sehingga 860 juta yen akan dianggarkan untuk manfaatnya. Karena anggarannya besar, bisnisnya akan dibekukan atau ditunda sementara.

Selain itu, Universitas Kanagawa (Prefektur Kanagawa), Universitas Rikkyo (Tokyo), Universitas Musashi (Tokyo), dan lainnya, telah memutuskan untuk membayar bantuan tetap 50.000 yen bagi siswanya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MEXT) telah memutuskan untuk menginvestasikan total 400 juta yen untuk universitas nasional dan 300 juta yen untuk universitas swasta (pembebasan biaya kuliah untuk siswa yang tiba-tiba terdampak keuangan rumah tangganya) melalui anggaran tambahan untuk tahun ini yang mencakup langkah-langkah terkait penanggulangan corona.

Baca: Mengaku Pemulung dengan Penghasilan 1.500, Abah Tono Ternyata Punya Rumah Tingkat & Anak-anak Sukses

Meskipun demikian beberapa eksekutif universitas mengakui bahwa "anggaran tambahan tidaklah cukup."

Pada 8 Mei lalu, Sekretaris Jenderal Tetsuo Saito dari Partai Komeito meminta Koichi Hagiuda (56), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi, untuk melakukan pembayaran tunai 100.000 yen segera bagi setiap siswa yang membutuhkan.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved