Breaking News:

Rusuh di Amerika Serikat

Dokter Kulit Hitam yang juga Tangani Virus Corona Bergabung dalam Unjuk Rasa Perangi Rasisme

Steven McDonald merupakan satu di antara dokter yang bergabung menyerukan protes terhadap kebrutalan polisi di Manhattan.

Maria Khrenova / Tass
Steven McDonald merupakan satu di antara dokter yang bergabung menyerukan protes terhadap kebrutalan polisi di Manhattan. Steven mengatakan, dalam beberapa hal, protes yang dipicu tewasnya George Floyd oleh kepolisian Minneapolis terasa seperti 'perpanjangan ketidakadilan'. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang dokter kulit hitam di Amerika Serika ikut serta dalam unjuk rasa memerangi rasisme yang menggema setelah kematian George Floyd.

Steven McDonald merupakan satu di antara dokter yang bergabung menyerukan protes terhadap kebrutalan polisi di Manhattan.

Dalam aksinya, dia mengenakan jas dokter berwarna putih dan masker.

Ia dan beberapa dokter lain bertahan meski di bawah guyuran hujan.

Baca: Demo Kasus Floyd di AS Menjalar ke Eropa, Massa Robohkan Patung Pedagang Budak

Baca: Balas Sindir Wali Kota Washington DC, Trump Tarik Tentara Nasional dari Lokasi Demo George Floyd

Dokter AS Demo
Steven McDonald merupakan satu di antara dokter yang bergabung menyerukan protes terhadap kebrutalan polisi di Manhattan.

Dikutip Tribunnews dari The Guardian, tampak di sekelilingnya, orang-orang yang mengangkat plakat bertuliskan "Jangan Bunuh Pasien Saya", "Mantel Putih untuk Kehidupan Hitam", "Kamu bertepuk tangan untuk kami, kami berlutut untukmu".

"Beban penderitaan ditanggung oleh komunitas kulit berwarna," katanya.

"Virus ini telah membunuh orang kulit hitam dua kali lipat dari kulit putih," tambahnya.

Baca: VIRAL Massa Pendukung Donald Trump, Olok- olok Black Lives Matter & Perankan Tewasnya George Floyd

Baca: Para Pengunjuk Rasa Anti-Rasisme di Paris Berlutut untuk George Floyd

Steven mengatakan, dalam beberapa hal, protes yang dipicu tewasnya George Floyd oleh kepolisian Minneapolis terasa seperti 'perpanjangan ketidakadilan'.

Sejak Maret 2020, ribuan pekerja kesehatan kulit hitam di seluruh negeri telah berada di garis depan pandemi Covid-19, terlebih di New York.

"Covid-19 tidak akan membunuhmu secepat peluru," kata pengunjuk rasa kulit hitam lainnya, Dr Lukemon Babajide.

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved