Breaking News:

Aegis Ashore Ditarik dari Akita dan Yamaguchi, Jepang Segera Buat Sistem Pertahanan Baru

Mengingat situasi baru-baru ini di Laut Cina Timur, bukan kebijakan keamanan yang baik untuk melindungi negara dengan pertahanan rudal balistik saja.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri pertahanan Jepang Taro Kono ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/12/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sistem Aegis Ashore, pertahanan darat anti peluru kendali yang dibeli dari Amerika Serikat diputuskan ditarik dan Jepang akan membuat sistem pertahanan baru yang lebih canggih lagi dalam waktu dekat.

"Kita putuskan untuk menarik Aegis Ashore dari Akita dan Yamaguchi sesuai hasil rapat Dewan Keamanan Nasional (NSC) kemarin," papar Menteri Pertahanan Jepang, Taro Kono, Kamis (25/6/2020) pagi.

Rapat NSC dilakukan kemarin sore dipimpin Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan menteri terkait pertahanan, termasuk menlu dan sebagainya.

Di markas Partai Liberal Demokratik (LDP) juga setelah itu dilakukan rapat pagi ini.

Aegis Ashore di Jepang saat penginstalan.
Aegis Ashore di Jepang saat penginstalan. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Kami sangat meminta maaf atas situasi seperti itu dan memutuskan untuk menarik penempatan ke Perfektur Yamaguchi dan Akita," tambah Kono yang juga anggota LDP.

Mengingat situasi baru-baru ini di Laut Cina Timur, bukan kebijakan keamanan yang baik untuk melindungi negara dengan pertahanan rudal balistik saja.

Namun pertahanan yang terintegrasi termasuk laut akan dibuat satu sistem baru yang canggih oleh pihak Jepang dalam waktu dekat ini.

Baca: Jepang Bayar 19,6 Miliar Yen ke AS untuk Aegis Ashore yang Ditangguhkan

Baca: Sistem Rudal Jepang Intersepsi Berbasis Darat, Aegis Ashore Ditangguhkan

"Kita ingin bergerak maju sambil bertukar pendapat dengan tegas antara partai dan pemerintah. Kita ingin melihat bagaimana seharusnya strategi keamanan, termasuk sistem pertahanan rudal yang menggantikan "Aegis Ashore" agar terintegrasi dengan canggih nantinya," ujar dia.

Pada awal pertemuan, mantan Menteri Pertahanan Onodera, yang juga ketua penelitian keamanan LDP, mengatakan, "Kami ingin membentuk tim proyek dan membahas lagi sistem seperti apa yang kami butuhkan untuk pertahanan rudal sebagai sebuah partai."

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved