Breaking News:

Virus Corona

Mengapa PM Jepang Tak Memberikan Jumpa Pers Formal, Oposisi Sudah Ribut

PM Abe sendiri kepada wartawan selalu mengungkapkan bahwa masalah pandemi Corona sudah ditangani Menteri yang khusus menangani penanggulangan pandemi

Richard Susilo
PM Jepang Shinzo Abe 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dalam sebulan terakhir ini PM Jepang Shinzo Abe tidak memberikan jumpa pers secara formal kepada wartawan, kalangan oposisi Jepang sudah ribut sekali.

"Dalam keadaan darurat begini PM Jepang kelihatannya, ah bukan kelihatannya, tampak tidak mau memberikan jumpa pers formal jelas itu tidak benar dan patut dipertanyakan," kata Jun Azumi Ketua parlemen partai demokratik konstitusionil kemarin (23/7/2020).

Demikian pula protes dari partai oposisi lainnya disampaikan dalam jumpa pers kemarin (23/7/2020) oleh Yuichiro Tamaki, Ketua Partai Demokrasi untuk Masyarakat.

"Apabila ada sidang parlemen mengenai pandemi Corona, mestinya selalu datang PM Jepang karena suasana masyarakat saat ini masih sangat prihatin, jangan menghindar dong," tekannya.

PM Abe sendiri kepada wartawan selalu mengungkapkan bahwa masalah pandemi Corona sudah ditangani Menteri yang khusus menangani penanggulangan pandemi Corona, Yasutoshi Nishimura dan para ahli penyakit menular.

Baca: Peneliti Temukan Bukti Virus Corona yang Menyebar di Italia Tidak Datang dari China

"Semua itu sebenarnya bisa dijawab oleh Menteri Nishimura bersama tim ahlinya," ungkap PM Abe kepada wartawan.

Setiap hari PM Abe sebenarnya memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan wartawan dengan cara Walking interview. Namun sudah sebulan ini memang tidak ada jumpa pers resmi dari Abe.

Sementara itu wartawan politik TV TBS, Toshihiro Goto, yang selalu meliput kegiatan PM Jepang mengungkapkan Kamis ini (23/7/2020) bahwa ada dua hal mengapa PM Abe tidak memberikan jumpa pers resminya selama ini.

"Pertama, PM Abe sudah menjelaskan rinci mengenai pandemi Corona dan dampaknya kepada masyarakat. Namun sampai saat ini tampaknya kurang mendapat penilaian yang baik dari masyarakat atas penjelasannya, sehingga akhirnya dia mengekang diri lebih lanjut untuk memunculkan dirinya lagi karena ditakutkan malah berdampak balik dianggap hanya mau pencitraan saja," papar Goto.

Hal kedua menurut Goto pula, PM Abe tampaknya kurang "fighting spirit" yang kemungkinan juga mengakibatkan kurang terproyeksi dengan baik yang disampaikannya ke bawahannya, menteri dan staf lainnya, sehingga belum bisa memberikan kepuasan kepada masyarakat mengenai apa yang selama ini mereka jelaskan kepada masyarakat. Jadi masih berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

PM Abe menganggap semestinya jawaban dari orang yang khusus menangani pandemi Corona beserta para ahlinya sudah cukup baik, tetapi mengapa belum bisa memuaskan masyarakat, "Pasti ada sesuatu yang hilang di sana dan sedang dicari tahu," lanjutnya.

Saat ini yang telah mendapat ijin masuk kembali ke Jepang adalah Vietnam, Thailand, Australia, Selandia Baru, Singapura, Brunei, China, Korea, dan Taiwan. Diperkirakan secepatnya akhir Agustus atau 1 September 9 warga negara tersebut sudah bisa memasuki kembali bandara Jepang dan walaupun membawa hasil tes PCR, tetap di bandara Jepang akan dilakukan tes ulang kembali, antisipasi pandemi Corona di Jepang.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved