Senin, 1 September 2025

AS dan Inggris Tuduh Rusia Luncurkan Senjata Luar Angkasa Baru, hingga Sebut Ada Bukti

Militer Inggris dan AS menuduh Rusia melakukan uji coba senjata anti-satelit awal bulan ini, Kamis (23/7/2020).

Penulis: Ika Nur Cahyani
AFP/MIKHAIL KLIMENTYEV
Presiden AS Donald Trump (kiri) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan APEC di Danang, Vietnam pada 11 November 2017. 

TRIBUNNEWS.COM - Militer Inggris dan AS menuduh Rusia melakukan uji coba senjata anti-satelit awal bulan ini, Kamis (23/7/2020).

Ini merupakan kali pertama AS menuduh Moskow menguji senjata semacam itu.

"Komando Luar Angkasa AS memiliki bukti bahwa Rusia melakukan uji non-destruktif terhadap senjata anti-satelit berbasis ruang angkasa," kata militer AS dalam sebuah pernyataan.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan bahwa pada 15 Juli lalu Rusia meluncurkan objek baru ke orbit dari Cosmos 2543, satelit Rusia yang berada di orbit sejak 2019.

Pernyataan itu juga mengatakan objek baru dilepaskan di dekat satelit Rusia lainnya, dikutip dari CNN.

Baca: Cari Tanda-tanda Kehidupan, China Berhasil Luncurkan Misi Satelit Tanpa Awak ke Planet Mars

Baca: Antisipasi Korut dengan Senjata Nuklirnya, Korsel Luncurkan Satelit Militer Pertama ke Luar Angkasa

LAPAN: ISS, Stasiun Luar Angkasa Dapat Dilihat di Langit Indonesia Setelah Subuh hingga 21 Mei
LAPAN: ISS, Stasiun Luar Angkasa Dapat Dilihat di Langit Indonesia Setelah Subuh hingga 21 Mei (YOUTUBE.COM/NASA)

Menurut militer AS dan Inggris, hal itu tidak konsisten dengan misi satelit pengawas.

"Tindakan semacam ini mengancam penggunaan ruang secara damai dan berisiko menyebabkan puing-puing yang dapat menimbulkan ancaman bagi satelit dan sistem ruang angkasa."

"Kami menyerukan Rusia untuk menghindari pengujian lebih lanjut seperti itu," kata kepala Direktorat Antariksa Inggris, Harvey Smyth dalam sebuah pernyataan.

Tuduhan ini mencuat di tengah memanasnya hubungan Washington dan Moskow terkait sejumlah masalah.

Dalam beberapa hari terakhir, AS menuduh Rusia melakukan sejumlah kegiatan yang mengancam, sebagaimana tuduhan peretasan organisasi pengembang vaksin Covid-19.

Selain itu AS menuduh Rusia atas pelanggaran HAM dan menggunakan tentara bayaran untuk mengguncang Libya.

Sebelumnya muncul laporan bahwa Rusia menawarkan insentif kepada militan terkait Taliban untuk menyerang pasukan AS di Afghanistan.

Meski AS pernah menuduh Moskow menguji senjata anti-satelit, tapi ini merupakan kali pertama AS menuding Rusia secara terbuka menyoal uji coba senjata di orbit.

Di mana senjata semacam itu ditempatkan di luar angkasa.

Baca: AS Mendakwa 2 Warga China Setelah Meretas Data Perusahaan Militer dan Penelitian Covid-19 Dunia

Baca: Dongrak Ekspor ke AS, Pemerintah Targetkan GSP Segera Tuntas

Donald Trump dan Vladimir Putin, menunjukkan ekspresi canggung ketika bertemu.
Donald Trump dan Vladimir Putin, menunjukkan ekspresi canggung ketika bertemu. (Russia Today)

"Sistem satelit Rusia yang digunakan untuk melakukan uji senjata on-orbit ini adalah sistem satelit yang sama yang kami kemukakan tentang awal tahun ini, ketika Rusia bermanuver di dekat satelit pemerintah AS," kata Komandan Komando Antariksa AS dan Kepala Operasi Antariksa Angkatan Udara AS, Jenderal John W. 'Jay' Raymond dalam pernyataannya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan