Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona

Ilmuwan SAGE Inggris: Virus Corona akan Selamanya Bersama Kita

Anggota Scientific Advisory Group for Emergencies (Sage) Sir Mark Walport mengatakan virus corona akan selamanya bersama kita.

pixabay
Ilustrasi virus Covid-19 - Ilmuwan Sage: Virus Corona akan Selamanya Bersama Kita 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Scientific Advisory Group for Emergencies (Sage) pemerintah Inggris Sir Mark Walport mengatakan virus corona akan selamanya bersama kita.

Mengutip BBC, komentarnya muncul setelah kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dia berharap pandemi akan berakhir dalam dua tahun.

Sir Mark mengatakan populasi dan perjalanan yang lebih padat mengakibatkan virus menyebar dengan mudah.

Dia juga mengatakan populasi dunia sekarang jauh lebih besar daripada tahun 1918 saat flu Spanyol merebak.

Baca: Nikita Mirzani Berencana Mencari Mantan Kekasihnya Setelah Pandemi Virus Corona Berakhir

Baca: Menteri Kesehatan Prancis Sebut Virus Corona Menyebar 4 Kali Lebih Banyak di Bawah Usia 40 Tahun

Ilustrasi virus corona - Ilmuwan Sage: Virus Corona akan Selamanya Bersama Kita
Ilustrasi virus corona - Ilmuwan Sage: Virus Corona akan Selamanya Bersama Kita (Pixabay/Tumisu)

Berbicara kepada program Today Radio 4 BBC, Sir Mark mengatakan bahwa, untuk mengendalikan pandemi diperlukan "vaksinasi global".

Tetapi virus corona tidak akan menjadi penyakit seperti cacar yang "dapat diberantas dengan vaksinasi", katanya.

"Ini adalah virus yang akan bersama kita selamanya dalam beberapa bentuk atau lainnya, dan hampir pasti akan membutuhkan vaksinasi berulang," ungkap Sir Mark.

"Jadi, seperti flu, orang perlu vaksinasi ulang secara berkala," ungkapnya.

Baca: Bandingan dengan Flu Spanyol, WHO Berharap Pandemi Virus Corona Berakhir dalam Dua Tahun

Baca: Virus Corona Menular Melalui Kemasan Makanan?

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Kepala WHO, mengatakan bahwa flu Spanyol tahun 1918 membutuhkan waktu dua tahun untuk diatasi.

Namun, dengan kemajuan teknologi dapat memungkinkan dunia untuk menghentikan virus corona "dalam waktu yang lebih singkat".

Perbandingan Korban Jiwa

Untuk dicatat, flu tahun 1918 menewaskan sedikitnya 50 juta orang.

Virus corona sejauh ini telah menewaskan 800.000 orang.

Hampir 23 juta infeksi telah dicatat, tetapi jumlah orang yang benar-benar terinfeksi virus diperkirakan jauh lebih tinggi karena pengujian yang tidak memadai dan kasus tanpa gejala.

Sir Mark memperingatkan bahwa "kemungkinan" virus korona akan "di luar kendali" lagi.

Baca: Ratusan Perkantoran di Ibu Kota Jadi Korban Serangan Virus Covid-19

Baca: Sebaran Virus Corona Indonesia Sabtu (22/8/2020): DKI Catat Kasus Baru dan Sembuh Harian Terbanyak

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved