Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Wanita 89 Tahun Dilaporkan jadi Pasien Covid-19 Pertama yang Meninggal setelah 2 Kali Terinfeksi

Seorang wanita 89 tahun asal Holandia menjadi orang pertama yang dilaporkan meninggal dunia setelah dua kali terinfeksi Covid-19.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
ILUSTRASI - Seorang pasien dengan virus corona masuk ke ambulans di Rumah Sakit Elisabeth Tweesteden di Tilburg, Belanda, 21 Maret 2020 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang wanita 89 tahun asal Holandia menjadi orang pertama yang dilaporkan meninggal dunia setelah dua kali terinfeksi Covid-19.

Wanita tersebut meninggal dunia setelah 3 minggu dirawat akibat Covid-19 untuk yang kedua kalinya.

Laporan tersebut berdasarkan jurnal akademik yang dipublikasikan oleh Oxford University Press, Mirror mengabarkan.

Saat kematiannya, ia tengah menjalani kemoterapi untuk kanker sel darah putih langka yang dialaminya.

Pasien menderita macroglobulinemia Waldenström, kanker darah yang bisa diobati tapi tidak bisa disembuhkan.

Para peneliti dalam jurnal mengatakan wanita itu tiba di unit gawat darurat awal tahun ini dengan gejala demam dan batuk parah, lapor Dutch News.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Positif Covid-19, Sang Kapten Optimis Laju Juventus Takkan Terhenti

Baca juga: Johnson & Johnson Hentikan Sementara Uji Vaksin Covid-19, Relawan Jatuh Sakit

Ia lalu dinyatakan positif terkena virus corona dan dirawat di rumah sakit selama lima hari.

Setelah menjalani perawatan, gejalanya mereda sepenuhnya.

Namun, kelelahan yang dialaminya terus berlanjut, kata surat kabar itu.

ILUSTRASI - Seorang pasien dengan virus corona masuk ke ambulans di Rumah Sakit Elisabeth Tweesteden di Tilburg, Belanda, 21 Maret 2020
ILUSTRASI - Seorang pasien dengan virus corona masuk ke ambulans di Rumah Sakit Elisabeth Tweesteden di Tilburg, Belanda, 21 Maret 2020 ("ROB ENGELAAR" / ANP MAG / ANP via AFP)

Hampir dua bulan kemudian, dan hanya dua hari setelah ia memulai putaran baru kemoterapi, ia mengalami demam, batuk, dan sesak napas.

Saat dirawat di rumah sakit, saturasi oksigennya 90 persen dengan kecepatan pernafasan 40 nafas per menit.

Ia kembali dinyatakan positif Covid-19.

Uji tes antibodinya negatif pada hari keempat dan keenam.

"Pada hari kedelapan, kondisi pasien semakin memburuk. Dia meninggal dua minggu kemudian," tulis para peneliti.

Setelah menganalisis sampel tes yang diambil dari pasien, para ilmuwan mengatakan susunan genetik setiap virus yang ia miliki berbeda, membuat mereka menyimpulkan bahwa 'kemungkinan' ia terinfeksi Covid-19 kembali.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan