Minggu, 31 Agustus 2025

Selandia Baru Belum Diberitahu China tentang Covid-19 dalam Daging Sapi Beku dari Negaranya

Kota Jinan di Tiongkok timur menemukan virus corona pada daging sapi dan babat dan pada kemasan produk-produk dari Brasil, Selandia Baru dan Bolivia.

Editor: Johnson Simanjuntak
Gambar oleh Shutterbug75 dari Pixabay
Daging beku 

TRIBUNNEWS.COM, WELLINGTON — Selandia Baru mengatakan pada Senin (15/11/2020) belum diberitahu tentang masalah apa pun terkair ekspor daging bekunya setelah otoritas China mengatakan virus corona ditemukan dalam produk daging sapinya.

Kota Jinan di China mengatakan telah menemukan Covid-19 dalam daging sapi dan babat, dan pada produk kemasan dari Brasil, Bolivia dan Selandia Baru. Sementara dua kota provinsi lainnya mendeteksinya pada kemasan daging babi dari Argentina.

"Selandia Baru belum diberitahu tentang hal ini secara resmi oleh otoritas China," kata Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, Senin (16/11/2020).

"Pejabat Selandia Baru, sekarang bekerja untuk memastikan asal dan kebenaran laporan-laporan ini."

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan dalam sebuah wawancara di televisi TVNZ pada Senin (16/11/2020), dia yakin itu bukan daging sapi Selandia Baru yang memiliki Covid-19 di dalamnya.

China kembali menemukan virus corona pada daging sapi beku impor.

Kali ini Kota Jinan di Tiongkok timur menemukan virus corona pada daging sapi dan babat dan pada kemasan produk-produk dari Brasil, Selandia Baru dan Bolivia.

Hal itu ditemukan saat China meningkatkan pengujian pada makanan beku.

“Para importir itu adalah satu unit dari Guotai International Group 002091.SZ dan Shanghai Zhongli Development Trade,” ungkap Komisi Kesehatan Kota Jinan dalam sebuah pernyataan di laman resminya, pada Sabtu (14/11/2020) waktu setempat, seperti dilansir Reuters, Minggu (15/11/2020).

Pelabuhan masuk dari produk-produk ini adalah pelabuhan Yangshan Shanghai dan pelabuhan luar.

Pernyataan ini tidak menyebutkan nama perusahaan yang mengirimkan produk.

Otoritas setempat memperkirakan lebih dari 7.500 orang pernah kontak dengan produk yang terkontaminasi dan personel terkait lainnya telah melakukan tes dan hasilnya negatif terpapar virus corona.

Baca juga: Kembali, China Temukan Virus Corona Pada Daging Sapi Beku dari Berbagai Negara

Pihak berwenang China pekan lalu menemukan virus corona pada kemasan udang dari Arab Saudi di kota Lanzhou, daging sapi Brasil di kota Wuhan dan daging sapi Argentina di provinsi Shandong dan Jiangsu.

China adalah pembeli daging sapi terbesar dunia dan Brasil, Argentina pemasok terbesarnya.

“Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan di China tengah, mendeteksi virus corona pada kemasan luar daging babi beku dari Argentina pada Jumat,” kata otoritas setempat dalam sebuah pernyataan pada  Sabtu (14/11/2020)di platform media sosial WeChat.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan