Pria Kulit Hitam di Brasil Dipukuli Sampai Meninggal di Sebuah Supermarket, Picu Aksi Protes
Pria kulit hitam tewas di tangan petugas keamanan supermarket. Lebih dari 1.000 pengunjuk rasa turun kejalan pada Jumat (20/11/2020).
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
Menjelang malam hari, protes berubah menjadi kekerasan ketika para demonstran menghancurkan jendela dan kendaraan pengiriman di area parkir supermarket.
Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters, dia melihat polisi menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa.
Di tempat lain, lusinan pengunjuk rasa di Sao Paulo memecahkan jendela depan toko supermarket dengan batu dan menarik pintu depan lalu menyerbu gedung.
Mereka menumpahkan produk-produk yang ditata di etalase ke lorong sebelum membubarkan diri.
Lalu di Rio de Janeiro, sekira 200 pengunjuk rasa berkumpul dan berteriak di luar lokasi toko supermarket lainnya.
Baca juga: Hasil Autopsi: Penembakan Brooks Pria Kulit Hitam Oleh Polisi di Atlanta Adalah Pembunuhan
Baca juga: Fox News Minta Maaf karena Tayangkan Grafis Reaksi Positif Pasar Saham Pada Kekerasan Kulit Hitam
Black Awareness Day
Untuk diketahui, 20 November merupakan tanggal yang dihormati di banyak bagian Brasil sebagai Black Awareness Day (Hari Kesadaran Kulit Hitam).
Orang Brasil menganggap negara mereka sebagai negara ‘demokrasi rasial’ yang harmonis.
Bahkan, Presiden Jair Bolsonaro menyangkal ada rasisme di Brasil.
Namun, pengaruh perbudakan pada 1899 masih terlihat sampai saat ini.
Menurut data pemerintah pada 2019, orang kulit hitam Brasil hampir tiga kali lebih mungkin menjadi korban pembunuhan.
"Budaya kebencian dan rasisme perlu diperangi dari sumbernya dan seluruh hukum harus digunakan untuk menghukum mereka yang menyebarluaskan kebencian dan rasisme," tulis Rodrigo Maia, Ketua Majelis Rendah di Kongres Brasil dalam cuitan Twitter.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)