Breaking News:

Tarif Ponsel Jepang Tak Hanya Murah Tapi Bisa Adil Bagi Perusahaan Telekomunikasi yang Lebih Kecil

Pengurangan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan telepon seluler besar dapat berdampak signifikan terhadap perusahaan ponsel yang lebih kecil.

Foto NHK
Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Ryota Takeda. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Ryota Takeda mengatakan bahwa pengurangan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan telepon seluler besar dapat berdampak signifikan terhadap lingkungan persaingan dan perusahaan ponsel yang lebih kecil.

Oleh karena itu bukan hanya murah tetapi juga harus adil.

"Kami telah menjelaskan kepada tiga perusahaan ponsel besar Jepang, akan meminta penghitungan segera, agar mengetahui harga murah dan bisa adil nantinya bagi perusahaan yang lebih kecil," papar Menteri Ryota Takeda.

Perusahaan smartphone murah yang tidak memiliki jalur sendiri membayar biaya koneksi ke perusahaan telepon seluler besar dan menyewa jalur komunikasi untuk menyediakan komunikasi data kepada pengguna.

Biaya koneksi dihitung oleh masing-masing dari tiga perusahaan besar berdasarkan perkiraan permintaan dan biaya di masa depan, tetapi ini menjadi beban bagi perusahaan smartphone kecil.

Mengenai hal tersebut, Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Takeda mengatakan kepada wartawan seusai rapat Kabinet Selasa (9/2/2021), bahwa tarif baru harus hati-hati.

Baca juga: Kapal Selam Pasukan Bela Diri Jepang Tabrakan dengan Kapal Dagang di Lepas Pantai Prefektur Kochi

Baca juga: PM Jepang: Komentar Yoshiro Mori yang Melecehkan Wanita Tidak Bagus Bagi Kepentingan Nasional

"Rencana tarif murah baru yang diluncurkan oleh perusahaan telepon seluler besar akan mengurangi beban rumah tangga, tetapi pasar seluler termasuk operator telepon pintar murah mungkin akan kesulitan," kata dia.

Hal itu mungkin berdampak signifikan pada lingkungan persaingan, dan memastikan kesesuaian biaya sambungan akan menjadi lebih penting dari sebelumnya.

"Penting untuk mengurangi biaya sambungan untuk memastikan lingkungan persaingan yang adil. Saya menunjukkan pengakuan bahwa hal itu memang benar dan supaya adil bagi perusahaan kecil nantinya," tambahnya.

Baca juga: Warga Hokkaido Jepang Semangat Pajang Patung Es Meski Festival Salju Ditiadakan

Baca juga: Murahnya Harga Sepeda Motor Bekas di Jepang, Ada yang Dijual Rp 13.000 Per Unit

Menteri Takeda sudah menegaskan akan meminta ketiga perusahaan besar itu segera menghitung biaya sambungan yang akan diberlakukan mulai tahun anggaran baru dan seterusnya.

Selasa (9/2/2021) hari ini Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi telah meminta tiga perusahaan besar dalam bentuk bimbingan administratif, dan ingin menciptakan lingkungan persaingan yang adil.

"Sehingga perusahaan smartphone murah dapat memperkenalkan skema harga murah pula terhadap perusahaan besar, saling bantu membantu," ungkapnya.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved