Breaking News:

Mendagri Libya Fathi Bashaga yang Diakui PBB Lolos dari Upaya Pembunuhan

Fathi Bashagha dalam beberapa bulan terakhir memicu kemarahan beberapa kelompok bersenjata di Tripoli setelah mengumumkan demobilisasi milisi.

PATRICK BAZ / AFP
Foto Ilustrasi. Pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Moamer Kadhafi mundur ke kota utama Ajdabiya, selatan kota Benghazi, setelah serangan udara pimpinan Barat menghancurkan sebagian besar baju besi mereka, meninggalkan puluhan tank yang hancur di sepanjang jalan. Coretan Arab di bagian belakang kendaraan berbunyi: "Tuhan adalah yang terbesar". 

TRIBUNNEWS.COM, TRIPOLI - Menteri Dalam Negeri Libya, Fathi Bashagha, lolos dari usaha pembunuhan. Konvoi kendaraan yang ditumpanginya diserang di luar ibu kota Tripoli, Minggu (21/2/2021).

Tokoh kuat Libya menyelesaikan pertemuan bersama kepala perusahaan minyak nasional Libya, dan kembali ke Tripoli. Saat dalam perjalanan itulah rombongannya disergap.

Stasiun media Al Jazeera melaporkan, Fathi Bashaga merupakan tokoh kunci Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.

Rezim ini didukung penuh Turki, politik, logistik maupun militer. Kelompok GNA berhadapan dengan Libyan National Army (LNA) yang dipimpin Marsekal Khalifa Haftar.

Baca juga: Mesir akan Buka Kembali Kedutaan Besar di Libya yang Ditutup Sejak 2014

Baca juga: Libya Hadapi Potensi Bencana Lebih Dahsyat Ketimbang Ledakan di Beirut

Baca juga: Erdogan Siap Kirim Pasukan ke Libya untuk Perkuat Kerjasama Militer

Kelompok LNA menerima dukungan Mesir, Rusia, dan beberapa negara barat serta sekutu mereka di jazirah Arab.

Menurut Al Jazeera, mengutip sumbernya, pria 58 tahun itu lolos tanpa cedera. Seorang penyerang tewas, dua lainnya ditangkap.

Fathi Bashagha dalam beberapa bulan terakhir memicu kemarahan beberapa kelompok bersenjata di Tripoli setelah mengumumkan rencana mendemobilisasi milisi.

Kelompok-kelompok bersenjata yang memiliki kantong-kantong kekuasaan teprisah, itu akan diintegrasikan ke dalam aparat keamanan formal.

Libya terperosok ke konflik sejak pemberontakan yang didukung NATO tahun 2011 melawan penguasa lama Muammar Gaddafi.

Negara Afrika Utara, penghasil minyak yang signifikan, telah terbagi antara GNA dan pemerintahan saingan di timur, keduanya didukung oleh berbagai aktor lokal dan internasional.

Halaman
123
Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved