Breaking News:
Deutsche Welle

Abaikan Perintah Pengadilan, Malaysia Pulangkan 1.000 Pengungsi Myanmar 

Malaysia mengabaikan perintah penangguhan deportasi oleh pengadilan dan tetap memulangkan sebanyak 1.000 pelarian asal Myanmar. Otoritas…

Para migran diangkut dengan bus dan truk militer ke sebuah pangkalan milik angkatan laut di barat Malaysia, sebelum dipindahkan ke tiga kapal perang Myanmar yang sudah berlabuh.

Padahal sebelumnya Pengadilan Tinggi di Kuala Lumpur memerintahkan penangguhan, menyusul sidang gugatan deportasi yang dilayangkan dua organisasi HAM.

Para pengungsi yang kebanyakan anggota etnis minoritas Myanmar diyakini dipulangkan secara ilegal. Mereka dianggap rentan menjadi korban pelanggaran HAM jika pulang ke wilayahnya yang diamuk perang saudara.

Kudeta militer pada awal Februari silam dikhawatirkan akan semakin memperparah situasi para pengungsi yang dipulangkan, lapor organisasi HAM.

Tapi larangan pengadilan tidak diindahkan pemerintah Malaysia. Kepala Keimigrasian, Khairul Dzaimee Daud, berdalih para pengungsi tidak dideportasi.

“Mereka yang akan dideportasi sudah setuju untuk pulang atas keinginan sendiri, tanpa harus dipaksa,” kata dia, Senin (23/2).

Para migran telah menghuni kamp penampungan imigrasi sejak 2020, imbuhnya.

Gugatan hukum.

Amerika Serikat dan PBB sebelumnya mengritik rencana tersebut. Sementara organisasi HAM mencatat, otoritas Malaysia juga berniat memulangkan pencari suaka asal Myanmar.

Adalah Amnesty International dan Asylum Access yang melayangkan gugatan ke pengadilan. Kedua organisasi beranggapan kebijakan deportasi pengungsi Myanmar melanggar perjanjian internasional yang melarang pemulangan paksa jika ada ancaman bahaya.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved