Breaking News:

Penanganan Covid

Jalur Gaza Memulai Vaksinasi Covid-19, Targetkan Petugas Kesehatan

Vaksin yang disuntikan pada warga Gaza merupakan produksi dari Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA).

FATIMA SHBAIR/GETTY IMAGES EROPA/GETTY IMAGES VIA AFP
Seorang petugas kesehatan memvaksinasi mantan menteri kesehatan Palestina Jawad Tibi dengan vaksin Sputnik V Coronavirus menyusul konferensi pers yang mengumumkan dimulainya kampanye vaksinasi Jalur Gaza pada 22 Februari 2021 di Kota Gaza, Gaza. Pejabat dan petugas kesehatan termasuk yang pertama menerima vaksin Sputnik V buatan Rusia setelah 22.000 vaksin disumbangkan ke Jalur Gaza oleh Moskow dan UEA 

TRIBUNNEWS.COM - Upaya vaksinasi Covid-19 di Jalur Gaza yang terkepung telah dimulai.

Vaksin yang disuntikan pada warga Gaza merupakan produksi dari Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Mengutip Al Jazeera, pada Senin (22/2/2021), petugas kesehatan yang berjajar di depan puluhan kamera menerima suntikan pertama dari 22.000 dosis Sputnik V Rusia.

Medhat Mahisen, perwakilan Kementerian Kesehatan mengatakan, target pertama peluncuran vaksinasi adalah petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

Baca juga: ACT Buka Kantor di Gaza, Bukti Dukung Penuh Rakyat Palestina

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sputnik V Rusia Memasuki Jalur Gaza, Sebelumnya Sempat Diblokir Israel

VAKSINASI JALUR GAZA
Dosis vaksin Sputnik V Coronavirus terlihat di atas meja selama konferensi pers yang mengumumkan dimulainya kampanye vaksinasi Jalur Gaza pada 22 Februari 2021 di Kota Gaza, Gaza. Pejabat dan petugas kesehatan termasuk yang pertama menerima vaksin Sputnik V buatan Rusia setelah 22.000 vaksin disumbangkan ke Jalur Gaza oleh Moskow dan UEA.

Menurut pernyataan di situs web Kementerian Kesehatan, dia juga mendesak warga untuk mendaftar secara online untuk vaksinasi.

“Saya bangga sektor kesehatan dapat mengatasi masa sulit ini, dengan sumber daya yang terbatas tetapi dedikasi yang besar,” kata Riyad Zanoun, mantan Menteri Kesehatan Gaza, setelah menerima dosis pertama.

Dua mantan menteri kesehatan lainnya, Jawad al-Tibi dan Bassem Naeem, juga divaksinasi di kawasan pantai yang diblokade yang dikendalikan oleh kelompok Palestina Hamas.

Otoritas kesehatan Gaza telah melaporkan hampir 54.400 kasus dan 543 kematian, termasuk 128 infeksi baru dalam 24 jam terakhir.

Gaza telah berada di bawah blokade Israel-Mesir sejak Hamas menguasai daerah itu pada 2007 dari saingannya, Fatah.

Jumlah vaksin yang diterima adalah sebagian kecil dari yang dibutuhkan untuk mengimunisasi Strip, yang dihuni oleh dua juta orang termasuk sekitar 1,4 juta orang dewasa.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved