Breaking News:

Krisis Myanmar

18 Orang Tewas Saat Unjuk Rasa di Myanmar, Para Pemimpin Dunia Kutuk Tindakan Keras Militer

Para pemimpin dunia mengutuk tindakan keras paling berdarah yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar terhadap demonstran anti-kudeta yang damai.

STR / AFP
Para pengunjuk rasa berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 1 Maret 2021. Para pemimpin dunia mengutuk tindakan keras paling berdarah yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar terhadap demonstran anti-kudeta yang damai. 

Kepala Diplomatik Uni Eropa, Josep Borrell

Kepala Diplomatik Uni Eropa (UE), Josep Borrell mengonfirmasi, blok tersebut akan 'segera mengambil tindakan dalam menanggapi perkembangan ini."

"Otoritas militer harus segera menghentikan penggunaan kekuatan terhadap warga sipil dan mengizinkan penduduk untuk mengekspresikan hak mereka atas kebebasan berekspresi dan berkumpul," kata Borrell dalam sebuah pernyataan.

Para menteri di Eropa telah menyetujui sanksi terhadap militer Myanmar atas kudeta.

Mereka jugaa telah memutuskan untuk menahan beberapa bantuan pembangunan.

Sanksi tersebut diharapkan akan diselesaikan dalam beberapa hari mendatang dan akan berlaku setelah pemberitahuan resmi diterbitkan oleh UE.

Baca juga: Polisi Myanmar Tembaki dan Lempar Granat ke Demonstran, Korban Tewas dan Luka-luka Terus Bertambah

Baca juga: Korban Tewas dari Kelompok Anti-Kudeta Myanmar Terus Berjatuhan

Menteri Luar Negeri Antony Blinken tiba untuk berbicara pada konferensi pers di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, 26 Februari 2021. Blinken mengadakan
Menteri Luar Negeri Antony Blinken tiba untuk berbicara pada konferensi pers di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, 26 Februari 2021. Blinken mengadakan "perjalanan" asing pertamanya pada hari Jumat melalui pembicaraan virtual dengan Meksiko dan Kanada, mencari kesamaan tentang migrasi dan lainnya masalah yang telah menguji hubungan tetangga. Terbaru, 18 Pengunjuk Rasa Damai Tewas, Para Pemimpin Dunia Mengutuk Tindakan Keras Myanmar (Manuel Balce Ceneta / POOL / AFP)

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk apa yang dia gambarkan sebagai 'kekerasan menjijikkan pasukan keamanan Burma terhadap orang-orang Burma.'

Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap dua jenderal yang terlibat dalam kudeta militer 1 Februari di Myanmar.

Tak lain setelah sejumlah pengunjuk rasa tewas dalam tindakan keras saat unjuk rasa damai. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved