Jumat, 29 Agustus 2025

POPULER INTERNASIONAL: Hakim Tertinggi Sarankan Pemerkosa Nikahi Korban | Aturan Pakaian Dalam Siswa

Simak berita populer internasional selama 24 jam terakhir, dari hakim tertinggi yang menyarankan pemerkosa menikahi korban hingga aturan pakaian dalam

Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
The Week
Ilustrasi pemerkosaan. Simak berita populer internasional selama 24 jam terakhir, dari hakim tertinggi yang menyarankan pemerkosa menikahi korban hingga aturan pakaian dalam siswa sekolah menengah di Nagasaki, Jepang. 

TRIBUNNEWS.COM - Simak berita populer internasional selama 24 jam terakhir.

Berita dimulai dari pernyataan hakim tertinggi India yang menghebohkan publik.

Pasalnya, hakim tersebut menyarankan tersangka pemerkosa untuk menikahi korban, agar tidak dipenjara.

Sementara itu, ada sebuah aturan yang tidak biasa untuk siswa sekolah menengah di Nagasaki Jepang.

Aturan itu berkaitan dengan penggunaan pakaian dalam.

Untuk selengkapnya, berikut daftar berita populer internasional berdasarkan rangkuman Tribunnews.com:

Baca juga: Remaja Putri Jadi Tersangka Pembunuh Pria yang Hendak Memperkosanya, Begini Penjelasan Polisi

1. Hakim Tertinggi India Sarankan Pemerkosa Nikahi Korban

Ilustrasi pemerkosaan.
Ilustrasi pemerkosaan. (medium.com)

Hakim tertinggi India diminta untuk mengundurkan diri dari posisinya.

Hal itu dikarenakan dirinya yang menyarankan tersangka pemerkosa untuk menikahi korban, agar tidak dipenjara.

Pernyataan tersebut dikatakan hakim yang bernama Sharad Arvind Bobde saat persidangan.

"Jika Anda ingin menikahi (dia), kami dapat membantu Anda."

"Jika tidak, Anda kehilangan pekerjaan dan masuk penjara," ujarnya, dilansir Guardian.

Hingga akhirnya, komentar Bobde kemudian memicu kehebohan.

Baca selengkapnya di sini>>>

Baca juga: Hampir Seluruh Wilayah Myanmar Dikabarkan Mati Listrik Akibat Kerusakan Sistem

Baca juga: Lagi, Satu Orang Tewas Saat Polisi Myanmar Tembaki Demonstran

2. AS Blokir Akses Kementerian Myanmar

Para pengunjuk rasa berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 1 Maret 2021.
Para pengunjuk rasa berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 1 Maret 2021. (STR / AFP)
Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan